Gunung Sinabung Meletus, Aktivitas Warga Karo Tetap Normal

oleh -1.812 Kali Dibaca
Armoured Water Cannon (AWC) Polres Tanah Karo membersihkan abu vulkanik usai erupsi Gunung Sinabung berakhir, Selasa pagi, 7 Mei 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Letusan Gunung Sinabung yang memuntahkan abu vulkanik sehingga menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Karo, tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Gunung Sinabung berada di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara,  Selasa 7 Mei 2019, pukul 07.48 WIB, kembali erupsi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menjelaskan, erupsi Gunung Sinabung dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 meter di atas puncak (± 4.460 m di atas permukaan laut).

Kota wisata Berastagi, Kecamatan Berastagi, terhindar dari hujan abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung. Pantauan Rienews, aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Seperti di lingkungan sekolah, perkantoran, sentra pasar Berastag, tetap berjalan seperti biasanya.

“Untung paparan abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung tidak sampai ke mari (Berastagi), jika sampai ke sini kita pasti ke walahan juga,” tutur Jos Sitepu warga Berastagi.

Baca Berita:

Karo Diselimuti Abu Letusan Gunung Sinabung

Polisi Bekuk Pemasok Shabu ke Karo

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Karo bekerjasama dengan Polres Tanah Karo, setelah erupsi Gunung Sinabung berakhir, langsung  melakukan pembersihan abu erupsi Gunung Sinabung di sejumlah jalan.

Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran Pemkab Karo dan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) Polres Tanah Karo.

“Satu unit AWC Polres Tanah Karo kita perbantukan di lapangan untuk membantu kerja Damkar Pemkab Karo. Berhubung saya dengan KPUD Karo dan Bawaslu, rapat pleno di Medan. Waka Polres Kompol Edward Saragih dan Kabag Ops Kompol Bagi Ukur Sembiring yang memimpin di lapangan,” kata Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny R. Hutajulu.

Benny menyatakan, mengerahkan sejumlah personel untuk membagikan masker serta sosialisasi kepada masyarakat untuk menjauhi zona-zona berbahaya Gunung Sinabung. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *