Hari Ini, Gunung Merapi Meletus 2 Kali

oleh -772 Kali Dibaca
Penampakan letusan freaktik Gunung Merapi pada Senin 21 Mei 2018. [Foto BNPB|Rienews.com]

RIENEWS.COMGunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, pada Senin dinihari, 21 Mei 2018, kembali mengalami erupsi. Letusan ini menjadi letusan ketiga kalinya yang dialami Gunung Merapi dalam bulan ini, Mei 2018.

Letusan pertama terjadi pada Jumat 11 Mei 2018, dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 5.500 meter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknik Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan letusan freatik pertama, Senin 21 Mei 2018,  terjadi pada pukul 01.25 WIB.

Letusan Gunung Merapi berlangsung selama 19 menit dengan ketinggian asap 700 meter teramati dari Pos Babadan. Amplitudo seismik terukur 20 mm.

Kemudian letusan freatik kedua Gunung Merapi berlangsung pada pukul 09.38 WIB, selama 6 menit. Tinggi asap 1.200 meter dengan angin condong ke arah Barat. Amplitudo maksimum 23 mm.

KLIK: Bupati Karo Kecewa, Ditegur Baru OPD Bekerja

Hujan abu tipis terjadi Srumbung, Kaliurang dan Kemiren pasca letusan freatik kecil yang pertama. Sedangkan letusan kedua diperkirakan jatuh di daerah sekitar barat di wilayah Kabupaten Magelang dengan jarak yang tidak jauh dari puncak Gunung Merapi .

Pasca letusan Gunung Merapi , kegempaan yang terekam di beberapa Pos Pengamatan Gunung Merapi tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan. Aktivitas kegempaan dan vulkanik tidak ada lonjakan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  (PVMBG) tetap menetapkan Gunung Merapi status Normal (level I).

“Tidak ada kenaikan status dari Gunung Merapi . Masyarakat dihimbau tetap tenang. Tidak perlu panik dan masyarakat belum perlu mengungsi. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa serta mengantisipasi hujan abu di sekitar Gunung Merapi,” kata Sutopo.

Kegiatan pendakian Gunung Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasar Bubar kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Kondisi morfologi puncak Gunung Merapi saat ini rawan terjadi longsor sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan pendaki.

BNPB terus melakukan koordinasi dengan PVMBG dan BPBD.

BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Magelang, BPBD Klaten, BPBD Boyolali, BPBD Sleman dan BPBD D.I. Yogyakarta telah mengambil langkah-langkah antisipasi.

“Pasca letusan Gunung Merapi, tahun 2010, telah memberikan banyak pembelajaran. Saat ini tingkat kesiapsiagaan Pemda dan masyarakat dalam menghadapi letusan Gunung Merapi telah lebih baik,” imbuh Sutopo. (Rep-02|*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *