Ibu Hamil Berpuasa, Amankah?

Ilustrasi ibu hamil. Foto StockSnap/pixabay.com.
Ilustrasi ibu hamil. Foto StockSnap/pixabay.com.

RIENEWS.COM – Puasa Ramadan wajib dilaksanakan setiap muslim, tak terkecuali perempuan. Namun apakah ibu hamil tetap aman berpuasa? Dokter spesialis kandungan, Amir Fahad mengatakan bahwa ibu hamil diberi keringanan untuk tidak berpuasa. Namun bukan berarti dilarang untuk berpuasa.

“Bukan berarti ibu hamil tidak boleh berpuasa. Tapi memberi keringanan apabila saat berpuasa dirasa akan memberatkan kehamilan sehingga berdampak kepada janinnya,” jelas Amir.

Alumnus Program Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) tersebut memaparkan, berpuasa pada dasarnya hanya memindahkan jam makan. Saat tidak berpuasa, pola makan akan terbagi menjadi makan pagi, siang, dan malam.

“Porsi makan tetap, jumlah tetap, hanya jam saja yang digeser. Basicly semua orang boleh berpuasa,” kata Amir.

Tanpa Penyakit Penyerta
Ibu hamil tetap diperbolehkan berpuasa asalkan kebutuhan nutrisi dan asupan yang masuk ke dalam tubuh tercukupi dengan baik. Mengingat ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi lengkap, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

“Apabila jumlah supply and demand tercukupi, tidak ada masalah ibu hamil berpuasa,” terang praktisi RS Ubaya dan RS Hermina tersebut.

Yang perlu menjadi perhatian adalah saat ibu hamil memiliki penyakit penyerta seperti diabetes kehamilan, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan lainnya.

“Asalkan ibu hamil bebas dari penyakit penyerta silakan boleh berpuasa,” imbuh Amir.

Artikel lain

‘Dewa Thor’ Pakai Helm, Menparekraf Sosialisasi Do’s and Don’ts Wisman

Anjuran Al Quran, Sambutlah Bulan Ramadan dengan Suka Cita

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1444 H Tanggal 23 Maret 2023

Waspada Dehidrasi
Risiko dehidrasi dapat terjadi kepada orang yang berpuasa, termasuk ibu hamil. Normalnya, manusia dalam 24 jam membutuhkan asupan cairan sebanyak dua liter. Apabila dikonversi dalam takaran gelas menjadi delapan gelas setiap hari.

“Jadi asupan cairan saat berpuasa harus tetap terpenuhi. Dua liter tidak harus habis dalam sekali minum, bisa diatur saat berbuka, setelah tarawih, mau tidur, dan saat sahur,” jelasnya.

Namun tanda-tanda dehidrasi harus diwaspadai pada ibu hamil. Tanda tersebut seperti rasa haus yang berlebihan dan produksi urin yang berkurang dengan ditandai perubahan warna menjadi lebih pekat.

“Kalau terjadi gejala seperti ini, puasa boleh dibatalkan karena khawatir dehidrasi. Apalagi kalau ditambah gejala pusing berlebih dan pandangan berkunang seperti mau pingsan, puasanya tidak boleh dipaksakan,” papar Amir.

Olahraga dan Aktivitas Fisik
Tidak ada pantangan bagi ibu hamil yang berpuasa untuk melakukan aktivitas fisik atau pun berolah raga. Namun disarankan untuk mengurangi tempo olahraga.

“Boleh ikut senam hamil, yoga, asal terawasi dokter kandungan atau pelatih yang tersertifikasi dengan baik. Bisa juga jalan-jalan pagi bersama suami. Bukan hanya sehat, tapi juga meningkatkan bonding dengan suami,” tutur Amir.

Menu Sahur dan Berbuka
Tak ada pula makanan yang harus dihindari ibu hamil saat sahur atau berbuka. Yang terpenting adalah antara kebutuhan dan asupan nutrisi dapat dipenuhi dengan baik.

Artikel lain

Polda Sumut Selamatkan 2 Juta Lebih Penduduk dari Bahaya Narkoba

7 Ribu Ball Pakaian Monza Disita Bareskrim Polri

Di Papua, Presiden Jokowi Tegaskan Pembangunan Indonesiasentris

“Karbo berlebihan saat berbuka puasa tidak disarankan, cukup berbuka dengan camilan yang manis semisal kurma dan kue-kue kecil. Beri jeda salat Maghrib, kemudian makan malam tentu dengan porsi yang tidak banyak,” papar Amir. (Rep-04)

Sumber: Unair