Industri 4.0 Tantangan Pekerja Sektor Jasa Keuangan Indonesia

oleh -686 Kali Dibaca
Program International of Management and Business-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (IMaBs-UMY) mengadakan The 5th International Conference of Management Sciences (ICOMS 2019) di Ballroom Prambanan Hotel Cavinton Yogyakarta, Selasa 26 Maret 2019. [Foto UMY | Rienews]

RIENEWS.COM – Revolusi industri 4.0  memberikan ancaman bagi mereka dalam mendapatkan pekerjaan. Maka salah satu solusinya adalah dengan meningkatkan kompetensi manusia agar terus bisa mengatasi Era Industri 4.0. Untuk membuka peluang dalam meningkatkan kompetensi tersebut, Program International of Management and Business-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (IMaBs-UMY)  mengadakan The 5th International Conference of Management Sciences (ICOMS 2019) di Ballroom Prambanan Hotel Cavinton Yogyakarta, Selasa 26 Maret 2019.

“Dalam acara ini hadir akademisi ekonomi dalam Konferensi Internasional. Kemudian para praktisi bisnis dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi untuk saling bertukar ilmu melalui 45 paper penelitian yang dipresentasikan. Sehingga kita bisa saling berbagi pengetahuan, agar bisa terus maju di Era Industri 4.0,” ungkap Dr. Indah Fatmawati, M.Si Direktur Program IMabs.

Konferensi Internasional dihadiri pembicara ahli dalam bidang ekonomi dari tiga negara, Prof. Shu Hsien Liao (Tamkang, University Taiwan), Dr. Shafinar Hj. Ismail (UITM, Malaysia), dan Assoc. Prof. Pensri Joroenwanit Khon Khaen (University Thailand). Konferensi juga dihadiri Dr. Baruna Kurnianto dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baruna dalam Konferensi Internasional itu, mengemukakan, bahwa Era Industri 4.0 bukan suatu ancaman, justru merupakan peluang bagi Indonesia.

Baca Berita: Bupati Karo Teken Komitmen SPAN-LAPOR

“Beberapa jasa keuangan seperti perbankan terus meningkatkan pemanfaatan teknlogi informasi melalui digital banking (mobile banking) juga branchless banking. Dengan ini nasabah menjadi mudah dalam bertransaksi,” ujar Baruna.

Pesatnya kemajuan teknologi Era Industri 4.0 dengan Big Data, Artificial Intelegence (AI), dan Internet Of Things, cara bertransaksi akan menjadi sangat cepat dan efisien di masa depan.

Baca Berita: Fenomena Jarak Paling Dekat Matahari-Bumi, Ini Penjelasan BMKG

“Mungkin nanti seiring perkembangan Revolusi Industri 4.0 ini dengan adanya AI, pekerja manusia bisa berdampingan dengan robot atau mungkin tergantikan. Begitupun fungsi analisa dengan adanya Big Data akan diperankan oleh komputer yang lebih cepat dan akurat,” ungkap Baruna.

Baruna mengapresiasi ICOMS 2019 yang mengangkat tema Strengthening Competitiveness to Cope with Industrial Revolution 4.0.

Menurut Baruna,  tema sesuai dengan kenyataan bahwa sumber daya manusia di Indonesia masih perlu ditingkatkan.

“Tenaga profesional di industri jasa keuangan juga harus siap terhadap potensi berkurangnya profesi karena perkembangan teknologi digital. Karena itu dengan membangun kompetensi diri seperti melalui acara ICOMS 2019 ini harapanya dapat membangun kompetensi diri yang tidak dapat digantikan oleh robot,” tandas Baruna. (Rep-02 | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *