Ini Cara Pemkab Karo Atasi Inflasi

oleh -1.165 Kali Dibaca
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Rismawati br Tarigan (kanan) bersama Kasubbag Perekonomian, Putri Mora br Sitepu, di Jakarta. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karo di bawah kepemimpinan Bupati Karo Terkelin Brahmana akan menerapkan sejumlah langkah dan program mengatasi turunnya daya beli masyarakat karena inflasi.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Rismawati br Tarigan menegaskan Pemerintah Kabupaten Karo tetap konsisten dan berkomitmen bekerja sama dan bersinergi dengan SKPD terkait untuk  mendongkrak inflasi.

“Sehingga masyarakat Karo mempunyai daya beli karena harga terkendali yang selama ini terkesan di mata masyarakat minim daya beli karena efek penanganan belum maksimal,” ujar Rismawati usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) X Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis 25 Juli 2019, di di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Disebutkannya, peluang kesuksesan lapangan kerja juga harus adanya dorongan setiap daerah mengandalkan TPID.

“Caranya melalui hasil pertanian yang dikelola oleh Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) penyalurannya. Supaya jangan disusupi oleh para calo alias cukong.  Sehingga petani dapat harga yang baik dari hasil taninya sendiri. Bukan sebaliknya, petani menjadi rugi,” ujar Rismawati didampingi Kasubbag Perekonomian, Putri Mora br Sitepu.

Baca Berita:

Bertemu di Rakornas TPID, Khofifah: Pak Brahmana Semakin Keren Saja

Polsekta Berastagi Sita 2 Mesin Judi

Untuk menekan harga jual agar stabil di pasar dan  masyarakat tidak menjerit dan merasa terbeban karena tingginya daya beli, kata Rismawati, maka di sini dibutuhkan kolaborasi para OPD, dapat melakukan secara rutin sidak ke pasar tradisional bersama  TPID.

“Harga tetap stabil, tidak dengan semena-mena pedagang menaikkan-turunkan harga sesuka hati,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rismawati menyatakan, khusus Dinas Ketapang (Ketahanan Pangan) jika sudah mengelola SRG  (Sistem Resi Gudang) sebagai  penyimpan hasil tani sehingga harga jual bisa dikontrol oleh Pemerintah Kabupaten Karo.

“Di saat hasil tani melimpah harga tidak turun, tetap stabil karena barang bisa disimpan di SRG,” jelas Rismawati.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mendukung rencana penanggulangan dampak inflasi oleh Rismawati. Terkelin bahkan langsung menyetujui SRG, merupakan bentuk penyimpanan jagung yang terdapat di Desa Simolap, Kecamatan Tiga Binanga segera diaktifkan kembali oleh OPD teknis.

Selain itu, Bupati Karo mendorong Disperindag rutin menggelar operasi pasar murah.

“Untuk membantu masyarakat sesuai program TPID, kita akan dorong Disperindag Karo selalu rutin membuat pasar murah bekerja sama dengan  Bulog. Untuk  membantu masyarakat Karo memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan  harga terjangkau,” pungkas Terkelin. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *