Ini Instruksi Bupati Karo Pasca Banjir Bandang Desa Semangat Gunung

oleh -1.142 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana, Senin 22 April 2019, meninjau lokasi banjir bandang di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka. Banjir bandang terjadi, Kamis 18 April 2019 lalu, menyebabkan kerusakan di lokasi PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Sibayak, dan longsor di Gunung Sibayak. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana menginstruksi jajarannya untuk melakukan pembersihan material yang terbawa dalam bencana banjir bandang yang melanda Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Banjir bandang melanda Desa Semangat Gunung, pada Kamis 18 April 2019 lalu, juga menyebabkan longsoran di Gunung Sibayak. Dampak bencana juga menyebabkan kerusakan di lokasi PT. Pertamina Geothermal Energy  (PGE) Area Sibayak.

“Kita sudah instruksikan tadi kepada Dinas PUPR Kabupaten Karo supaya hari ini (Senin 22 April 2019), satu alat berat difungsikan guna menormalisasi material lumpur dan bebatuan pasca banjir bandang,” kata Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau langsung lokasi banjir bandang Desa Semangat Gunung, Senin 22 April 2019.

Dalam peninjauan lokasi banjir di Desa Semangat Gunung, Bupati Karo Terkelin Brahmana membawa sejumlah pejabat Pemkab Karo, Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kepala Dinas Pertanian Sarjana Purba, Kalak BPBD Karo Martin Sitepu, Kabid Bina Marga PUPR Mitcon Purba, Camat Merdeka Oberlin Sembiring, Danramil 04/SE  Kapten Kav J. Surbakti, Senior Supervisor Operation (HSE) PT. PGE Area Sibayak, Ryan Dwi Gustriandha, dan Kasi UPTD Tahura Provsu Fendi P. Sadari.

Bupati menegaskan, tinjauan ke lokasi bencana untuk melihat secara dekat lokasi titik longsoran. Lokasi longsoran dekat dengan PT. PGE Area Sibayak.

Baca Berita:

Bertani Bersama Babinsa Koramil 05 Payung

Usai Dilanda Banjir, Warga Desa Semangat Gunung Bersih-bersih

“Oleh sebab itu, kita akan diskusikan bersama pihak Pertamina, langkah selanjutnya. Pengalaman dari  Gunung Sinabung terjadi bencana, ini yang harus kita diskusikan agar masyarakat, TNI dan pihak PT. PGE Area Sibayak, untuk bekerjasama.  Apa yang terbaik nanti kita rapatkan, hasilnya kita jalankan,” kata Terkelin.

Camat Merdeka Oberlin Sembiring menyebutkan sudah dilakukannya rapat bersama Muspika Kecamatan Merdeka, Kepala Desa Semangat Gunung dan PT Pertamina Geothermal Energy  Area Sibayak diwakili Wilmar.

“Hasil rapat menghasilkan kesepakatan pihak Pertamina menyiapkan 2 unit dump truck untuk pembersihan lokasi sampai selesai. Pertamina turut membantu dan memberi dukungan untuk kegiatan pembersihan sampai selesai, diperkirakan sekitar satu minggu,” kata Oberlin.

Selain itu, kata Camat Merdeka, PT. PGE Area Sibayak akan  membuat bak penampungan air, mengurangi debit air turun, dan air disalurkan lewat pipa dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, sebut Oberlin, PT. PGE Area Sibayak membangun buffer zone.

Senior Supervisor Operation (HSE) PT. PGE Area Sibayak, Ryan Dwi Gustriandha menjelaskan, berdasarkan analisis dan monitoring melalui  hasil tangkapan drone, terjadi longsoran di empat jalur.

“Dapat kita lihat ada alur longsoran terjadi empat  jalur. Sesuai pengamatan kami, longsoran ada dari Gunung Sibayak terlihat ada empat alur jalur akses dari hilir, namun sampai ke hulu. Hanya tiga  titik akses alur longsoran, akibat curah hujan deras dan sangat tinggi menyebabkan timbulnya banjir bandang ke arah cluster A, cluster B dan cluster C,” ujar Ryan.

Ryan belum bisa pastikan titik awal  sumber banjir bandang.

“Karena lewat drone belum terlihat akibat rimbunnya pohon sampai ke titik atas Gunung Sibayak. Sehingga kesimpulan, pusat titik longsoran belum teridentifikasi. Selain itu ada tanda-tanda terlihat pohon sebagian gundul. Untuk itu sulit melakukan reboisasi  karena lokasi agak terjal,” tutur Ryan.

Kasi UPTD Tahura, Dinas Kehutanan Pemprov Sumut, Fendi P. Siadari menyatakan, pasca banjir bandang, pihaknya sudah menyampaikan ke Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara.

“Kedepan kami akan membangun penahan penampungan debit air, sesuai anggaran yang sudah ada. Tahun 2019 ini semuanya akan clear. Sebab anggaran sebelumnya sudah ada. Akibat adanya bencana alam ini, maka kita usulkan ke Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, agar dana ini dialihkan ke lokasi titik longsoran, pembuatan penahan debit air,” imbuh Fendi. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *