Ini Olahraga Bagi Lansia Agar Tetap Sehat dan Bahagia

oleh -3.036 Kali Dibaca
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Yoni Astuti, M.Kes., Ph.D., bersama Nurun Lasara, S.Kep. Ns., M.kep., Ns., memberikan pelatihan kesehatan kepada para Lansia di daerah Patukan, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu 6 April 2019. [Foto UMY | RIenews]

RIENEWS.COM – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan pelatihan kesehatan khususnya bagi lanjut usia (Lansia). Latihan kesehatan berupa olahraga ringan ini, mampu menghindarkan para Lansia dari gangguan fungsi motorik tubuh.

Provinsi D.I. Yogyakarta merupakan salah satu wilayah dengan rata-rat angka harapan hidup yang cukup tinggi di Indonesia, 70 tahun masa hidup. Khususnya pada masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman memiliki usia harapan hidup mencapai 74 tahun. Masa usia yang cukup panjang tersebut harus diiringi dengan penjagaan kesehatan agar ketika memasuki masa tua tubuh dapat tetap beraktivitas secara baik.

FKIK-UMY pada Sabtu 6 April 2019, memberikan pelatihan kesehatan kepada para Lansia di daerah Patukan, Kecamatan Gamping.

Ketua Kelompok Pengabdian FKIK-UMY Yoni Astuti, M.Kes., Ph.D., bersama Nurun Lasara, S.Kep. Ns., M.kep., Ns., memberikan pelatihan kesehatan bagi Lansia, dengan tema; Pengkaderan dan Pelatihan Lansia Untuk Bebas Nyeri Lutut.

Dikatakan Yoni, pada masa lansia gangguan kesehatan yang umum terjadi adalah pada fungsi motorik tubuh.

Baca Berita:

Bupati Karo Heran Kesadaran Masyarakat Soal Sampah Minim

Bupati Karo: Jauhi Politik Uang, SARA, dan Hoaks

“Yang paling sering dijumpai adalah nyeri lutut. Kebanyakan dari Lansia yang mengalami gangguan tersebut biasanya menggunakan obat-obatan kimia. Padahal pada masa Lansia fungsi organ dalam juga mengalami penurunan dan tidak sekuat masa muda. Obat penghilang rasa nyeri biasanya berupa analgesic ataupun obat lainnya akan memberi beban lebih terhadap ginjal. Karena itu konsumsi obat untuk menghilangkan rasa nyeri bukan menjadi solusi yang baik jika terus menerus dilakukan,” kata  Yoni.

Disebutkannya, bahwa pelatihan ini menjadi penting karena ketika life expectancy semakin tinggi maka harus dibarengi dengan kemandirian.

“Sebab ketidakmampuan untuk mandiri ini nantinya akan menjadi beban pikiran dan tenaga, baik untuk Lansia itu sendiri juga keluarganya. Untuk itu pelatihan ini ditujukan untuk membangun pikiran yang sehat sebagai upaya menjadi Lansia yang berbahagia,” ujar Yoni.

Nurun Lasara  menjelaskan latihan gerakan tubuh yang diajarkan merupakan exercise (olahraga) ringan yaitu senam Isoquadricep yang menargetkan otot paha.

“Paha kita terdiri dari 4 otot quadricep utama dan latihan ini dilakukan dengan mengkontraksikan otot-otot tersebut. Ini bisa dilakukan dengan posisi berdiri dengan setengah berjongkok, atau posisi duduk dengan kaki diselonjorkan ke depan lalu ditegangkan ke bawah,” kata Nurun.

Dia menyarankan untuk para Lansia melakukannya dengan posisi duduk.

“Untuk Lansia yang dianjurkan adalah dengan posisi duduk ke bawah untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan. Gerakan tersebut juga cukup dilakukan selama 6 detik saja, diulang sebanyak 8 kali, dan cukup dilakukan beberapa kali seminggu. Misal pada Senin dan Kamis atau Selasa dan Jumat,” lanjut Nurun.

Nurun mengungkapkan bahwa latihan tersebut merupakan hasil dari penelitian yang sudah terbukti hasilnya dalam menguatkan otot paha.

“Jika latihan ini rutin dilakukan dapat secara efektif meningkatkan fungsi motorik otot paha. Kekakuan pada otot dan sendi di sekitar bagian tubuh tersebut dapat dihindari sehingga aktivitas sehari-hari seperti berjalan dan beribadah dapat dilakukan dengan lebih nyaman,” pungkas Nurun. (Rep-02 | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *