Kenali Hal Ini Untuk Mencegah Kanker Kolorektal

oleh -987 Kali Dibaca
Dosen Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY), Yoni Astuti, M.Kes., Ph.D., dan Indrayanti, dr., Sp. PA., melakukan pengabdian kepada masyarakat mencegah kanker kolorektal di Desa Bodeh, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta, Minggu 7 April 2019. [Foto UMY | Rienews]

RIENEWS.COM – Kolorektal salah satu penyakit kanker yang sering menyerang orang-orang lanjut usia (Lansia), tidak menutup kemungkinan penyakit tersebut juga menyerang orang yang masih berusia muda. Penyebab dan faktor risiko kanker kolorektal memiliki beberapa faktor pemicu terjangkitnya penyakit tersebut.

Dosen Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY), Yoni Astuti, M.Kes., Ph.D., dan Indrayanti, dr., Sp. PA., dalam pengabdian kepada masyarakat, kader-kader Aisiyah di Desa Bodeh, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta, memberikan pelatihan guna mencegah kanker kolorektal.

“Ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan kita terserang penyakit kanker kolorektal, usia itu salah satunya, karena risiko kanker kolorektal akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Kolorektal dialami oleh seseorang yang berusia 50 tahun atau lebih. Selain faktor usia, gaya hidup juga salah satu faktor yang dapat menyebabkan terserang kanker kolorektal. Karena bermula dari gaya hidup yang kurang, seperti kurangnya olahraga, kurang asupan serat dan buah-buahan, serta pola makan dan minuman yang kurang sehat juga dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal,” kata Yoni Astuti, di sela-sela pelatihan pencegahan kankore kolorektal, Minggu 7 April 2019.

Dalam pengabdian masyarakat tersebut, kedua dosen FKIK UMY memberikan bekal pengetahuan kepada para kader Ibu-Ibu Aisiyah di Desa Bodeh, melalui pertemuan pertama berupa pengenalan, pertemuan kedua training untuk mengambil sampel feses untuk dilakukan screening, dan pertemuan ketiga menyetorkan hasilnya.

Baca Berita:

Polres Tanah Karo Bekuk Tersangka Shabu 9 Kg Jaringan Internasional

Ini Olahraga Bagi Lansia Agar Tetap Sehat dan Bahagia

“Melalui mereka, kami berharap ilmu-ilmu yang kami sampaikan dapat bermanfaat juga untuk sekitarnya. Kami juga turut mengundang analis dari Laboratorium Biokimia guna memeriksa masing-masing feses yang telah disetorkan oleh peserta. Jadi setiap orang yang diambil fesesnya, harus melaporkan, selama tiga harian itu  makan apa saja, tulis semuanya selama tiga hari, nanti kita akan kupas, ini kandungannya ada apa saja, kita analisis gizinya,” ujar Yoni.

Disebutkan Yoni, hasil analisis akan disampaikan kepada para kader Ibu-Ibu Aisiyah pada tanggal 19 April 2019 mendatang.

“Data untuk gizinya masih kita periksa. Hasilnya kita akan sampaikan di tanggal 19 April nanti,” sebut Yoni.

Dalam pertemuan itu, Yoni dan Indrayanti memberikan pelatihan penyajian makanan dan menghitung kalori dan nutrisinya.

“Kami berharap kader harus bisa mengukur dan menghitung kalori dan nutrisi yang semestinya dilakukan sesuai dengan kebutuhannya. Kami juga berharap, meskipun pelatihan mendeteksi penyakit kanker kolorektal hanya beberapa kali pertemuan saja, namun pemeriksaan tetap bisa dilakukan kapan saja,” imbuh Yoni. (Rep-02 | Rel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *