Kepala Parawasa Berastagi Bungkam Soal Keberadaan 3 PSK Belia

oleh -2.688 Kali Dibaca
Polda Sumatera Utara mengungkap prostitusi anak di bawah umur padaRabu 15 Agustus 2018. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Polda Sumatera Utara mengungkap prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Selanjutnya, penyidik Sub IV Renakta (Kekerasan Anak dan Wanita) Direktorat Reskrim Polda Sumatera Utara, merehabiltasi ketiganya, Ta (17 tahun), Fa (18 tahun), dan Ag (18) ke Panti Rehabilitasi Wanita Tuna Susila (Parawasa) Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Namun, Kepala UPT Parawasa Berastagi Wahyudin Pane tak memberikan keterangan tentang keberadaan ketiga anak di bawah umur tersebut.

Dikonfirmasi melalui telepon dan pesan singkat, Kamis 23 Agustus 2018, Kepala UPT Wahyudin Pane tidak menjawab dan membalas konfirmasi wartawan.

Ketika wartawan mendatangi Parawasa Berastagi  di Jalan Jamin Ginting, Kuta Gadung, Kecamatan Berastagi, Wahyudin Pane tidak dapat ditemui.

Baca Berita: Tunalaras Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Berita Populer: Ini Versi BNN Keterlibatan Oknum DPRD Langkat Kasus 105 Kg Shabu

Pantauan di lokasi, akses masuk Parawasa Berastagi, tertutup dan digembok.

Seorang warga di sekitar Parawasa Berastagi, mengakui, adanya kesulitan berkunjung ke pihak panti rehabilitasi tersebut.

“Kalau pintu pagar utama Parawasa itu kerap terbuka, tetapi pintu kedua nya selalu digembok. Adanya penjagannya di dalam, tetapi kalau kita berkunjung sulit untuk mereka buka pagar lapis keduanya,” ujar T. Sembiring kepada wartawan.

Menurut Sembiring, kerap terjadi kejadian penghuni panti rehabilitas itu melarikan diri.

“Kalau tidak salah, bulan (lalu) semalam saja ada tiga orang PSK melarikan diri dari Parawasa, sampai sekarang tidak tahu kabarnya. Apakah sudah ditemui atau tidak. ataukah, ada permainan pihak dalam dengan wanita yang melarikan diri,” kata T. Sembiring dan diaminkan dua temannya.

Kondisi Parawasa Berastagi dari luar, tampak tidak berpenghuni. Dikatakan T. Sembiring, kejadian kaburnya penghuni panti karena tidak ketatnya penjagaan.

“Dan kita tidak tahu apakah wanita di dalam Parawasa itu diberi keterampilan atau tidak,” pungkas T. Sembiring.

Pada Rabu 15 Agustus 2018, personel Sub IV Renakta Polda Sumatera Utara, membekuk seorang germo, Deni (22 tahun) yang menjual ketiga wanita di bawah umur.

Polisi mengamankan, Fa (18 tahun),  Ag (18) keduanya berstatus pelajar, dan Ta (17 tahun), dari Hotel Sunggal, Jalan Pantai Barat Cinta Damai No 16. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *