Kolonel Agustatius dan Filosofi Jam

oleh -571 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Dandim 0205 /TK Letkol Inf Taufik Rizal menyambut Danbrigif 7 /Rimba Raya Kolonel Inf Agustatius Sitepu di Markas Batalyon Infanteri 125/Simbisa, Kabanjahe, Rabu 23 Oktober 2019. [Foto Rienews]

 RIENEWS.COM – Komandan Brigade Infanteri 7/Rimba Raya (Danbrigif 7/RR) Kolonel Inf Agustatius Sitepu menyerukan agar prajurit di jajaran Brigade Infanteri 7/Rimba Raya, Kodam I/Bukit Barisan bekerja dan melakukan tugas hal yang baik, seperti jarum jam yang terus bergerak ke arah kanan.

“Filosofi jarum jam selalu bergerak ke arah kanan, tidak pernah ke kiri. Ini menandakan supaya kita bekerja jangan peduli kiri-kanan, yang penting apa yang baik kita kerjakan. Sifat-sifat keangkuhan, kesombongan, dendam, benci, dan amarah harus dibuang ini sebagai penghalang. Di saat kamu mempunyai  niat baik, maka tujuh pintu rezeki akan terbuka bagimu. Begitu juga sebaliknya, di saat kamu  ada niat tidak baik maka  tujuh  pintu rezeki akan tertutup bagimu. Ini tausiah yang setiap kesempatan ada, saya tekanan dan sampaikan,” kata Kolonel Agustatius di depan para prajurit Batalyon Infanter 125/Simbisar.

Danbrigif 7/RR Kolonel Agustatius Sitepu, Rabu 23 Oktober 2019,  mengunjungi markas Batalyon Infanteri 125/Simbisa. Kedatangan Kolonel Agustatius disambut Komandan Yonif 125/Simbisa Letkol Inf Anjuanda Pardosi, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Taufik Rizal, Waka Polres Tanah Karo Kompol Ricardo Simanjutak, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Karo, Staf Ahli Bupati Karo Agustin Pandia dan Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba, dan sejumlah pimpinan OPD Karo.

Baca Berita:

Ini Saran Bupati di Tahun Pertama Lembaga Adat dan Budaya Karo

Jelang Pilkada Karo, Pemkab-FKDM Antisipasi Gangguan Kamtibmas

“Terlebih penanganan pengungsi pasca erupsi Gunung Sinabung, sering kita sama Pak Bupati, didemo. Tapi dapat kita lihat yang tak mungkin terjadi, dapat menjadi mungkin. Tetaplah kita optimis, berbuatlah kebaikan karena akan ada hasilnya, hanya masalah waktu saja. Semua itu telah indah pada waktunya,” ungkapnya.

Dengan filosofi jarum jam, Agustatius melakukan pekerjaan yang dinilai baik dalam membantu penanganan dampak erupsi Gunung Sinabung. Agustatius meyakini, perbuatan baik yang dilakukan walau tidak diketahui pimpinan, Tuhan pasti tahu.

“Di luar dugaan saat itu, saya dipanggil ke Kodam I/BB. Dan yang saya alami cukup mengejutkan. Saya diberikan penghargaan dari KASAD (Kepala  Staf Angkatan Darat) dalam penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung,” kenangnya.

Agustatius mengungkapkan, ada sejumlah sejawatnya yang menerima penghargaan dari dedikasi penanganan erupsi Gunung Sinabung.

“Ada yang mendapat berkah jabatan, (pangkat) kolonel dari penanganan pengungsi Gunung Sinabung.  Kolonel Meyer Putong, Kolonel Sep Sukarna (Danbrigif Aceh) dan saya sendiri,” kata Agustatius, disambut tepuk tangan.

Bupati Karo Terkelin Brahmana dalam sambutannya, menegaskan, bahwa sosok Kolonel Agustatius di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, bukanlah sosok asing.

Dikatakannya, semasa menjabat Dandim 0205/Tanah Karo, Agustatius aktif dalam penanganan dan penanggulangan pengungsi Gunung Sinabung, bahkan disebut Dandim terbaik.

“Danbrigif 7 /Rimba Raya Kolonel Inf Agustatius Sitepu, semasa menjabat Dandim 0205 /TK, kala itu, sangat aktif menangani pasca-erupsi  Gunung Sinabung dan  selalu peduli kemajuan  Kabupaten Karo. Walaupun beliau tidak bertugas di Kabupaten Karo, tidak pernah berubah, pedulian atas Gunung Sinabung. Sehingga pernah disebut sebagai Dandim terbaik masa menjabat di Karo,” ungkap Terkelin.

Bupati menyebut Kolonel Agustatius merupakan sosok orang baik dalam arti luas menurut orang tua zaman dulu.

“Orang baik adalah memberi manfaat bagi orang lain,” pungka Terkelin. (Rep-01)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *