Korban Erupsi Sinabung Tuntut Bantuan Pemerintah

oleh -1.726 Kali Dibaca
Massa dari Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, korban terdampak erupsi Gunung Sinabung meminta bertemu dengan anggota DPRD Karo, Kamis 20 September 2018. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Ratusan pengungsi terdampak erupsi Gunung Sinabung, Kamis 20 September 2018, menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Karo dan Kantor Bupati Karo.

Hingga sore hari, massa masih bertahan di depan Kantor Bupati Karo dan mengancam akan melakukan aksi inap sampai pemerintah memberikan penjelasan tentang tuntutan mereka.

Aksi demo digelar pengungsi terdampak Gunung Sinabung dari Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Karo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo membayarkan biaya jatah hidup sebesar Rp10.000 per jiwa/hari yang sudah tiga bulan tidak mereka terima. Pembayaran biaya sewa rumah dan ladang Rp5,6 juta per tahun.

Baca Berita: Sule Ditangkap, Polisi Temukan 3 Bungkus Ganja di Saku Celana

Massa juga menuntut pemerintah melengkapi fasilitas rumah mandiri yang telah dibangun di Desa Nangbelawan, Kecamatan Simpang Empat, namun hingga kini tak dapat ditempati pengungsi disebabkan ketiadaan fasilitas listrik, air bersih, septik tank, dan jalan.

“Kami warga Desa Berastepu mencapai 343 kepala keluarga terdiri dari 1.200 jiwa, belum menempati relokasi mandiri tahap kedua di Desa Nangbelawan, Kecamatan Simpang Empat. Disebabkan fasilitas tuntutan kami belum terpenuhi. Selama 1,5 tahun (rumah mandiri/relokasi) sudah selesai,” ujar Norman Batunangar, dalam orasi di Gedung DPRD Karo.

Norman menegaskan terhitung sejak 2016, para pengungsi tidak lagi menerima bantuan biaya sewa rumah dan ladang sebesar Rp5,6 juta. “Kami menuntut hak kami, seperti biaya sewa ladang dan rumah Rp5,6 juta yang sudah tidak kami dapatkan selama 3 tahun ini,” kata Norman.

Aksi warga pengungsi Gunung Sinabung mendapat respons dari Sekda Pemkab Karo Kamperas Terkelin Purba didampingi Kepala BPBD Karo Martin Sitepu.

Kepada massa, Kamperas menegaskan telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyikapi tuntutan para pendemo.

“Kami tadi sudah melakukan koordinasi via telepon kepada pihak BNPB terkait kucuran dana yang dijanjikan kepada para pengungsi erupsi Gunung Sinabung. Namun, karena BNPB saat ini sedang sibuk menangani bencana di Lombok, makanya sedikit terbengkalai. Begitupun surat ajuan bantuan dari pusat sebelumnya sudah masuk ke pihak mereka,” kata Kamperas kepada massa.

Kepala BPBD Karo Martin Sitepu menegaskan bahwa BNPB/BPBD Karo tetap melakukan pelayanan kepada para korban terdampak erupsi Gunung Sinabung.

“Kita layani sepenuhnya sesuai dengan janji yang sudah kita utarakan atas bantuan kepada mereka. Tetapi kita menunggu hasil waktu pada bulan depan, kemungkinan dana tersebut sudah bisa dikucurkan Pemerintah Pusat melalui kita (BPBD),” kata Martin.

Mengenai waktu pencairan dana bantuan hidup dan sewa, Martin meminta agar massa bersabar.

“Meski tanpa ada batas waktu yang pasti, kita akan terus berupaya supaya tuntutan warga dapat terpenuhi. Kita hanya meminta kepada pihak pengungsi agar bersabar,” imbuh Martin.

Tak Ditanggapi DPRD Karo

Semula, massa menggelar aksinya di Gedung DPRD Karo. Namun, tak satu pun anggota DPRD Karo yang mau berkenan menemui dan mendengarkan tuntutan massa merupakan korban terdampak erupsi Gunung Sinabung.

Sekretaris DPRD Karo, Petrus Ginting mengungkapkan, para anggota DPRD Karo saat ini sedang bertugas di luar daerah.

Tidak adanya respons dari anggota DPRD Karo, massa melanjutkan aksinya menuju Kantor Bupati Karo untuk bertemu dengan  Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo Cory S. Sebayang.

Di Kantor Bupati Karo, massa akhirnya diterima Sekda Pemkab Karo Kamperas Terkelin Purba dan Kepala BPBD Karo Martin Sitepu. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *