Korban Longsor Desa Ngetos Kembali Ditemukan

oleh -83 Kali Dibaca
Upaya pencarian korban di lokasi longsor Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. [Foto BPBD Nganjuk | Rienews]

 RIENEWS.COM – Tim SAR gabungan kembali menemukan korban tanah longsor di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Total korban yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia berjumlah 13 orang.

“Data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (17 Februari 2021), total korban yang berhasil ditemukan tim gabungan berjumlah 13 orang meninggal dunia, dan 6 orang masih dalam pencarian,” sebut Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Kamis 18 Februari 2021.

Sementara itu, korban luka-luka 20 orang, telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas setempat. Hingga saat ini tim gabungan masih berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimbun longsor.

Tim gabungan mengerahkan lima alat eskavator untuk mempercepat pencarian korban di lokasi longsor.

Raditya menyebutkan, Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Tanah Longsor menginformasikan proses evakuasi terkendala cuaca hujan di sekitar lokasi bencana. Hujan yang turun sangat berpengaruh pada kondisi tanah sehingga tim gabungan dengan cermat memantau gerakan tanah. Proses evakuasi sempat dihentikan sementara karena kondisi hujan. Di sisi lain, jalur evakuasi melalui mobil ambulans terkendala dengan akses jalan sempit dan pergerakan orang.

Baca Juga:

Korban Longsor Desa Ngetos 12 Orang Meninggal Dunia

Ini Pesan Gubsu Diperesmian Terminal Tipe B Modern Kabanjahe

Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 15 Februari 2021 sampai dengan  28 Februari 2021.

Penetapan status ini dikeluarkan melalui SK Bupati Nomor 188 Tahun 2021 tentang penetapan status tanggap darurat bencana banjir di beberapa kecamatan, di wilayah Kabupaten Nganjuk dan bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Dalam merespons kondisi darurat, BNPB telah memberikan bantuan logistik berupa masker dewasa 1.000 buah, masker anak-anak 1.000 buah, rapid test antigen 200 tes, sarung 200 buah, matras 100 buah dan makanan siap saji. BNPB juga akan menyerahkan  bantuan dana siap pakai (DSP)sebesar Rp500 juta untuk penanganan  pasca banjir dan longsor di Kabupaten Nganjuk.

Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Ngetos, dipicu hujan intensitas sedang hingga tinggi pada Minggu malam, 14 Februari 2021, sekitar pukul 18.30 WIB. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *