Letusan Api dari Gunung Agung Kembali Terekam

oleh -1.648 Kali Dibaca
Visual letusan Gunung Agung di Kecamatan Rendang,Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, pada Selasa 21 November 2017 . Sumber foto website Kementerian ESDM, Badan Geologi.

 

Visual letusan Gunung Agung di Kecamatan Rendang,Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, pada Selasa 21 November 2017 . Sumber foto website Kementerian ESDM, Badan Geologi.

RIENEWS.COM – Aktivitas Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, terus meningkat. Diinformasikan letusan Gunung Agung kembali mengeluarkan api.

Dikutip dari akun twitter Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Selasa pagi 28 November 2017, menuliskan: magma Gunung Agung makin meningkat di permukaan. Letusan masih menerus hingga abu vulkanik setinggi 3 km. Terpantau cahaya api dari lava di puncak kawah. Tremor menerus. Status Awas. Radius berbahaya 8-10 km di puncak harus kosong dari aktivitas masyarakat.

Akibat dari dampak letusan Gunung Agung, Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, ditutup hingga 24 jam ke depan. Sementara Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup hingga Selasa pagi ini.

Sutopo dalam keterangan pers yang diterima rienews.com, menyatakan tingkat erupsi Gunung Agung sekarang meningkat dari fase freatik ke magmatik (sejak teramati sinar api di puncak di malam hari pada Sabtu 25 November 2017 pukul 21.00 WITA. Sampai hari ini erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan dan risiko bencana maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Agung dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) terhitung mulai Senin 27 November 2017 pukul 06:00 WITA.

Status Awas adalah status tertinggi dalam status gunungapi.

Pos pengamatan Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, melaporkan bahwa secara visual gunung jelas. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2.500-3.000 m di atas puncak kawah. Teramati letusan dengan tinggi 3000 m dan warna asap kelabu. Terlihat sinar api. Tremor non harmonik menerus amplitudo 1 – 10 mm (dominan 1 – 2 mm).

Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah G. Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah G. Agung.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yg paling aktual/terbaru.

BNPB mengkoordinasi potensi nasional dari TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, BUMN dan lainnya untuk mendampingi Pemerintah Daerah dalam penanganan erupsi Gunung Agung. Posko Pendampingan Nasional telah diaktivasi di Kabupaten Karangasem. BPBD bersama unsur lainnya terus melakukan penanganan darurat erupsi Gunung Agung.

“Masyarakat yang berada di dalam radius 8 km dan peluasan 10 km dihimbau untuk segera mengungsi dengan tertib dan tenang. Sebagian masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri sejak 25 November 2017 2017 malam menyusul erupsi Gunung Agung,”kata Sutopo. (BAY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *