Letusan Sinabung Capai 5 Km Disertai Luncuran Awan Panas

oleh -1.921 Kali Dibaca
Letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Jumat 6 April 2018. [Foto BNPB|Rienews.com]

RIENEWS.COMGunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus. Erupsi Gunung Sinabung pada Jumat 6 April 2018, sekitar pukul16.07 WIB, tercatat mencapai ketinggian 5.000 meter. Letusan disertai awan panas.

“Letusan dan emisi abu terus berlanjut. Tinggi abu vulkanik mencapai 5 kilometer, disertai dengan luncuran awan panas mencapai 3,5 kilometer,” ujar Kepala Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen Putra mengungkapkan, letusan Sinabung.

Armen mengatakan, paparan abu vulkanik relatif menuju arah Barat- Barat daya. Sedangkan lucuran awan panas menuju Tenggara Selatan-Tenggara Timur.

“Muntahan dari erupsi Gunung Sinabung juga ada mengeluarkan material batu kecil. Sedangkan hujan lumpur juga di alami di wilayah kaki Gunung Sinabung. Meski hujan tidak turun melanda di kaki Sinabung saat erupsi terjadi,” kata Armen.

Dia mengingatkan warga dan pengunjung tidak memasuki zona merah kawasan Sinabung.

“Masyarakat dan pengunjung agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari Gunung Sinabung, dan dalam jarak tujuh kilometer untuk sektor selatan-tenggara,” kata Armen.

KLIK: Ini Kata Bupati Karo Soal Rencana Agropolitan Kawasan Danau Toba

Terkait dengan letusan Gunung Sinabung, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menegaskan tidak ada korban jiwa dari erupsi Sinabung, Jumat sore.

Dalam keterangan  persnya, Sutopo menjelaskan letusan Gunung Sinabung melontarkan abu vulkanik dan material piroklastik dengan tekanan kuat berwarna abu-abu gelap, letusan juga disertai awan panas.

“Tidak ada korban jiwa dari letusan tersebut karena di daerah zona berbahaya sudah kosong dari aktivitas masyarakat. Masyarakat yang berada di zona merah sudah mengungsi sejak lama dan sebagian sudah direlokasi,” sebut Sutopo.

Status Gunung Sinabung tetap Awas (level IV). PVMBG menaikkan VONA menjadi merah. Aktivitas vulkanik tetap tinggi dan berpotensi terjadi letusan susulan.

Dijelaskannya, lokasi relokasi telah dibangun di kaki Sinabung. Sampai dengan Maret 2018, terdapat 30 lokasi relokasi. Proses pembangunan rumah-rumah di lokasi itu bervariasi, ada yang sudah selesai, tetapi ada juga yang masih terus berproses menuju penyelesaian pembangunan.

Di Nang Belawan 2, sebanyak 341 rumah telah berdiri gagah. Sementara di Surbakti 2, sebanyak 227 unit rumah sedang dibangun dengan proses pembangunan mencapai 63 persen sampai dengan Maret 2018.

Dua lokasi hamparan tersebut dan unit rumah yang dibangun adalah bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) pascabencana erupsi atau letusan Sinabung.

BNPB bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sumatera Utara, BPBD Kabupaten Karo, Kementerian/Lembaga terkait, dan masyarakat yang melaksanakan pembangunan rumah-rumah tersebut.

Ada tiga tahap relokasi untuk penanganan pascabencana erupsi Sinabung ini.

Tahap pertama, pemenuhan kebutuhan relokasi untuk 370 kepala keluarga (KK) di Siosar yang berasal dari tiga desa yaitu Desa Bekerah 112 KK, Sukameriah 128 KK, dan Simacem 130 KK. Di lokasi ini, selain rumah-rumah dibangun pula sarana pendukung, fasilitas umum, dan fasilitas sosial bagi warga.

Tahap kedua, pemenuhan kebutuhan relokasi mandiri untuk 1.655 KK dan 181 KK data tambahan yang berasal dari empat desa yaitu Desa Gurukinayan 778 KK, Kutatonggal 108 KK, Berastepu 611 KK dan Gamber 158 KK.

Di tahap kedua ini, masyarakat memperoleh bantuan dana rumah dan bantuan lahan usaha tani. Metode yang digunakan untuk membangun rumah adalah relokasi mandiri yang tersebar di 22 hamparan. Secara teknis pelaksanaan pembangunan rumah didampingi oleh Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak) dari Kementerian PUPR. Sampai dengan bulan Maret 2018, sebanyak 1.170 rumah terbangun dan 485 rumah lainnya masih dalam proses pembangunan.

Tahap ketiga, pembangunan infrastruktur prasarana sarana pendukung di lokasi relokasi mandiri yang telah selesai di tahap kedua dan pembersihan lahan relokasi tahap ke-3 di Siosar untuk sekitar 1.098 KK yang masih dalam proses verifikasi penetapan by name by address. Warga yang akan direlokasi tersebut berasal dari Desa Sigarang-garang, Desa Sukanalu, Desa Mardinding dan Dusun Lau Kawar.  (Bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *