Meraup Untung dari Bunga Krisan

oleh -2.053 Kali Dibaca
Jelta br Ginting, petani bunga krisan di kebun bunga miliknya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Bunga krisan atau juga dikenal dengan seruni dan kristanium masih menjadi pilihan para petani di Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Selain perawatan yang mudah, harga jual bunga krisan selalu stabil dengan kisaran harga jual bunga krisan bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Petani bunga krisan Jelta br Ginting mengakui, lebih memilih menanam bunga krisan dibanding tanaman lainnya, seperti cabai, tomat dan sayuran lainnya. Jelta beralasan, harga jual bunga krisan tak pernah anjlok. Dari hasil penjualan bunga krisan ini, Jelta mampu menyekolahkan lima anaknya hingga jenjang sekolah menengah atas.

Dengan lahan seluas 5.000 meter persegi berada di tepi Jalan PU Raya, Kecamatan Berastagi, Jelta dengan telaten saban hari merawat tanaman bunga krisan miliknya.

Penjualan bunga krisan dilakukan Jelta langsung di pasar, dua kali dalam sepekan. Jelta menjual bunga krisan dalam ikatan dan bunga (hidup) dalam pot, dengan harga jual bervariasi. Pembeli bunga krisan, diakui Jelta, hingga kini tak pernah sepi. Alasannya, sebut Jelta, bunga krisan kerap dicari para peziarah, digunakan untuk pesta pernikahan, acara seremonial, kegiatan gereja, hingga pihak perhotelan.

“Kami jual ke pekan (pasar)  di hari Rabu dan Sabtu. Harga bervariasi mulai Rp10 ribu perikat hingga Rp20 ribu, dan bunga hidup puluhan ribu  hingga ratusan ribu,” ujar Jelta saat ditemui di kebun bunga krisan miliknya, Senin 1 April 2019.

Baca Berita:

Danyonif Simbisa Fasilitasi Perbakin Karo Ciptakan Atlet Berprestasi

Warga Yogyakarta Bubuhkan Tandatangan Dukung GKR Hemas

Di kebun bunga itu, Jelta menanam bunga krisan berbagai jenis, seperti tekwa, putih tunggal, putih salju, kuning dan bunga coklat. Jelta mengungkapkan, perawatan bunga krisan lebih mudah dibanding merawat tanaman cabai dan tomat.

“Kita hanya perlu mengemburkan tanahnya, memetik, mencabut tanaman muda atau anak bunga agar bunga cepat berkembang,” tutur Jelta.

Dalam masa tanam dan perawatan hingga empat bulan, sebut Jelta, bunga krisan pun dapat dijual, panen.

Mengenai biaya yang dikeluarkan tiap musim, Jelta mengaku, mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk. Sedangkan bibit bung krisan cukup sekali saja membelinya. Selebihnya, bibit dapat diperoleh dari tunas-tunas bunga krisan yang tumbuh.

“Selebihnya hanya perhatian ekstra. Tidak membiarkan tanaman bunga krisan ke keringan, atau terlalu lembab terkena air. Waktu masa tanam hingga panen empat bulan,” ujar Jelta.

Jelta juga mengingatkan bunga krisan cocok ditanam di dataran tinggi dengan iklim yang dingin.

“Bunga akan tumbuh subur di dalam iklam yang dingin, seperti wilayah pegununggan di Karo, hanya bisa ditanam di wilayah Berastagi sekitarnya,” pungkas Jelta. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *