Mitigasi Erupsi Gunung Merapi, 1.294 Warga Dievakuasi

oleh -137 Kali Dibaca
Tempat evakuasi bagi para pengungsi Gunung Merapi. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan sebanyak 1.294 warga dari empat kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, yang masuk peta kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi dievakuasi.

Para penyintas tersebut masuk kategori kelompok rentan; lanjut usia, anak-anak, balita, ibu hamil, disabilitas dan ibu menyusui, dievakuasi dari Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menjelaskan, para penyintas tersebut dievakuasi ke tempat evakuasi sementara (TES) dan tempat evakuasi akhir (TEA).

“Jumlah total warga yang dievakuasi 1.294. Tertinggi dari Kabupaten Magelang dengan jumlah 835 jiwa, disusul Sleman 203 jiwa, Boyolali 133 jiwa, dan Klaten 123 jiwa,” sebut Raditya dalam siaran persnya, Rabu malam, 11 November 2020.

Ditegaskannya, kebutuhan makan dan minum para penyintas telah tersedia di tempat evakuasi. Dalam penanganan para penyintas, para sukarelawan turut membantu penyediaan bahan pangan, seperti sayuran, dan juru masak di dapur umum atau pun mobil dapur lapangan.

Berita Terkait: Pasca Kenaikan Status Merapi, 607 Warga Kecamatan Dukun Dievakuasi

“Pos pendukung di penampungan tersedia dan siap memberikan pelayanan, seperti pos kesehatan yang siaga 24 jam, di salah satu TEA di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pihak pemerintah desa menyiapkan tidak hanya tempat tetapi tenaga serta pelayanan kepada para warga yang harus dievakuasi. Ini menjadi bukti kuatnya sister village dalam konteks kebencanaan. Warga dari suatu desa membantu warga desa lainnya,” ungkap Raditya.

Baca Berita:

Pemkab Karo Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam di Musim Hujan

Dukung Gerakan Literasi FPPPK, Pemkab Karo Sumbang Buku

Pelayanan dari pemerintah desa tidak terlepas dari dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari tingkat kabupaten maupun provinsi.

Dalam upaya kesiapsiagaan maupun penanganan darurat, empat pemerintah daerah di tingkat kabupaten tersebut telah menetapkan status keadaan darurat, baik siaga maupun tanggap darurat.

“Status tersebut akan mempermudah BPBD dalam aksesibilitas sumber daya maupun akuntabilitas dalam penyelenggaraan operasi tanggap darurat,” katanya.

Pada masa kesiapsiagaan, BPBD terus mengevaluasi tantangan yang dihadapi apabila kondisi semakin kritis, seperti jalur dan transportasi evakuasi, jalur dan peralatan komunikasi, maupun penerapan protokol kesehatan saat proses evakuasi maupun di tempat penampungan.

Melihat aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga Rabu 11 November 2020, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG ) merekomendasikan, prakiraan daerah bahaya meliputi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan detail wilayah Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari) di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Magelang, Kecamatan Dukun, Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2). Kabupaten Boyolali, Kecamatan Selo, Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi). Kabupaten Klaten, Kecamatan Kemalang, Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles); Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang).

BPPTKG merekomendasikan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III untuk dihentikan.

Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi, termasuk kegiatan pendakian ke puncak gunung. Terakhir, Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat. (Red |Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *