Muncul di Inggris, Pemerintah Pantau Varian Baru Virus Covid-19

oleh -136 Kali Dibaca
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Pemerintah Indonesia memantau perkembangan varian baru virus Covid-19. Virus varian baru ini diberitakan muncul di negara Inggris, dan dinilai lebih menular dibandingkan virus aslinya.

Dikutip dari kompas.com edisi Selasa 22 Desember 2020, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, strain baru virus corona itu 70 persen lebih menular dibandingkan virus aslinya. Sejauh ini, lebih dari 1.000 kasus yang disebabkan oleh varian baru Covid-19 telah teridentifikasi. Strain tersebut diberi nama “VUI – 202012/01” dan saat ini masih diteliti oleh sejumlah ahli di negara tersebut.

Menjawab kemunculan varian baru virus Covid-19, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menyatakan Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan varian baru virus Covid-19 tersebut.

Varian baru ini akan dikaji dan dianalisis pada urutan genetikanya. Hal ini bertujuan untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil pemerintah berdasarkan bukti ilmiah.

Baca Berita:

Presiden Jokowi Perkenalkan Enam Menteri Baru di Kabinet Indonesia Maju

Aplikasi Tantan Berevolusi dari Dating App Menjadi Social+

“Langkah surveilans akan terus diperkuat oleh pemerintah dengan terus memonitor perkembangan virus yang sangat dinamis ini,” kata Wiku Adisasmito dalam agenda keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 22 Desember 2020.

Terlepas adanya perkembangan varian Covid-19 terbaru, pemerintah tetap meminta masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M; memakai masker; menjaga jarak dan; mencuci tangan.

Protokol kesehatan harus diterapkan dalam setiap aktivitas dan penting dalam mencegah penularan.

“Sehingga kita dapat melindungi diri sendiri dan orang terdekat dari Covid-19. Selain itu pemerintah daerah penting memasifkan 3T, sehingga deteksi dini dapat dilakukan kepada masyarakat dan kontak eratnya yang positif Covid-19. Sehingga bisa mendapatkan perawatan,” saran Wiku.

Di samping itu, selama masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, Satgas Penanganan Covid-19 memperketat mobilitas pelaku perjalanan. Pengawasan persyaratan perjalanan akan dilakukan di masing-masing daerah termasuk bagi yang menggunakan transportasi darat. Satgas Covid-19 akan membentuk pos pengamanan terpadu seperti terminal atau rest area.

“Satgas daerah akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) di titik-titik tertentu, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat melakukan tes sebagai bentuk tanggung jawab pelaku perjalanan,” jelas Wiku.

Untuk pengawasan tersebut, Satgas daerah diminta melakukan pengawasan di wilayah perbatasan. Sebagai upaya screening para pelaku perjalanan. (Red)

Sumber: covid19.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *