Peluncuran Gejayan id, Media Alternatif Mempertemukan Tiga Simpul Kekuatan

Peluncuran media alternatif Gejayan.id.
Peluncuran media alternatif Gejayan.id.

Pito Agustin, Pemimpin Redakasi Gejayan.id, menjelaskan, media ini tidak semata melakukan kegiatan jurnalistik, tetapi membangun data masyarakat sipil, merawat memori kolektif yang “dihilangkan” oleh beragam disinformasi, represi digital atas hak berekspresi yang melibatkan apparatus negara.

Gejayan.id mencoba mempertemukan tiga simpul kekuatan: ruang publik deliberative yang makin tipis, aktivisme media yang masih muram dan jurnalisme berkualitas yang kian langka. Jurnalisme mendalam pilar utama perlawanan atas berita berbasis klik yang nir-etika, nir-perspektif-edukatif. Gejayan.id meyakini bahwa tanpa Jurnalisme, di Indonesia berarti tak ada demokrasi. Yang ada oligarki,” ungkapnya.

Masduki menegaskan, Gejayan.id adalah media alternatif: anti tesis media arus utama yang komersial.

“Basis kerja kami volunterisme, independen. Bukan mengejar kuantitas tapi konsistensi terbit sebulan dua kali. Kami membuka donasi dan membuka partisipasi publik yang peduli jurnalisme sebagai public good tanpa intervensi ke redaksi,” ujarnya.

Masduki yang juga dikenal akademisi, menambahkan,”Kami yakin jurnalis, penulis dan akademisi adalah suatu komunitas epistemik gerakan yang selaras, terjalin demi mimpi Indonesia demokratis-humanis. Media ini ibarat lilin yang menerangi kegelapan Indonesia dari Yogya, dan kentongan yang membangunkan semua orang atas terjadinya krisis demokrasi dan keadilan sosial”. (Rep-Red)