SUMUT  

Pembangunan Rumah Korban Bencana Erupsi Sinabung Mangkrak

Kondisi pembangunan rumah Relokasi Mandiri Tahap II di Gang Garuda, Desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Kamis 26 Juli 2018. [Foto Rienews.com]

RIENEWS.COM Pembangunan rumah Relokasi Mandiri Tahap II Tahun 2016 di Gang Garuda, Desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, diperuntukan bagi warga dari empat desa terdampak erupsi Gunung Sinabung,  mangkrak.

Untuk membangun rumah sebanyak 173 unit, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp196 miliar lebih.

Namun kenyataannya di lapangan, banyak rumah yang dibangun belum siap untuk dihuni.

Berita Terkait: Beredar Broadcast Whatsapp Bancakan Dana Relokasi Mandiri 2016

Wadan Satgas Penanganan Bencana erupsi Gunung Sinabung Danyon Yonif  125/Simbisa Letkol Inf. Victor Andhyka Tjokro meminta pemborong untuk segera menyelesaikan pembangunan perumahan tersebut.

“Terkait pemborongnya yang tidak menyelesaikan pekerjaan sehingga pekerjaan terbengkalai sampai sekarang. Saya harap dapat dilanjutkan. Jangan buat warga lagi kecewa, karena mereka sudah jatuh tertimpa tangga. Buat Pemkab Karo juga harus mengambil sikap terutama pihak BPBD dalam memyelesaikan masalah ini,” tegas Letkol Inf.Victor Andhyka Tjokro, Kamis 26 Juli 2018.

Kepala BPBD Karo Martin Sitepu menjelaskan, bangunan Relokasi Mandiri Tahap II dibangun sendiri oleh warga.

“Kenapa belum selesai, masyarakat itu sendiri yang tahu,” ujar Martin.

Pengamatan di lokasi pembangunan Relokasi Mandiri Tahap II, terlihat sekitar 20-an unit rumah yang telah dibangun, yang berada di sekitaran perumahan Samura Indah, dan di samping Asrama Putri Santa Maria. Bangunan lainnya berdiri tanpa memiliki atap.

BNPB menggelontorkan anggaran Rp 196,6 miliar untuk warga dari Desa Guru Kinayan, Berastepu, Kuta Tonggal, dan Gamber.

Setiap kepala keluarga mendapat bantuan Rp110.000.000, dengan rincian Rp59.400.000 untuk Bantuan Dana Rumah (BDR), dan Rp50.600.000 untuk biaya Bantuan Dana Lahan Usaha Tani (BDLUT). (Rep-01)