Pemotor Ini Meringis Kesakitan Usai Gagal Kabur dari Operasi Zebra

oleh -141 Kali Dibaca
Pengendara motor yang terjaring dalam operasi Zebra Toba 2019 yang digelar Satlantas Polres Tanah Karo, Senin 4 November 2019, di depan Gedung Pengadilan Negeri Kabanjahe, Karo. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Edo Sitepu meringis kesakitan usai gagal kabur dari operasi Zebra Toba 2019 yang digelar personel Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Karo, Senin 4 November 2019, di Jalan Jamin Ginting, depan Gedung Pengadilan Negeri Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Edo pengendara motor matic, mulanya dihentikan personel yang sedang menggelar operasi Zebra 2019. Namun, aba-aba dari polisi agar Edo menepi tak dihiraukan. Pengendara mencoba kabur, namun gagal dan menabrak mobil patroli polisi yang sedang parkir.

Begitu didatangi polisi, Edo meringis kesakitan dan berdalih tidak melarikan diri. Ia beralasan buru-buru untuk menjemput adiknya dari sekolah.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga di sekitar lokasi operasi Zebra Toba 2019.

“Aduh sakit pak, sakit pak. Aku buru-buru mau jemput adik ke sekolah,” kata Edo.

Tak sampai di situ saja, Edo warga Sukanalu Teran, Kecamatan Naman Teran, itu terus melontarkan berbagai alasan agar tidak ditilang polisi.

Baca Berita:

Warga Protes Pembangunan Jambur Ujung Senilai Rp567 Juta, Ini Alasannya

Bupati Karo Lantik 99 Pejabat

Pengendara kendaraan bermotor yang terjaring dalam operasi Zebra Toba 2019 yang digelar Satlantas Polres Tanah Karo, langsung di sidang di tempat oleh hakim dari Pengadilan Negeri Kabanjahe. [Foto Rienews]
“Aku orang miskin pak, orang susahnya pak. Gimana ini pak. Engaknya aku lari, tapi aku buru-buru,” katanya.

“Bentar biar kutelpon bapak atau ibuku, biar jelas kalau aku tidak lari dari razia ini. Aku juga tidak bersalah, aku buru – buru disuruh ibuku jemput adikku sekolah,” katanya.

Aksi yang dilakukan Edo mendapat cibiran dari warga.

“Kenapa kau lari, kalau kau tidak merasa bersalah. Pura-puramu sajanya itu,” celetuk warga yang melihat aksi Edo sembari meringis kesakitan.

Personel Satlantas yang melihat tingkah laku Edo, akhirnya berkomentar.

“Kau bilang engak lari, kalau kau tidak lari tidak kami kejar. Ini kau lari dan terjatuh, menabrak mobil dinas kami,” ucap petugas.

Kasat Lantas Polres Tanah Karo Iptu A. Ridwan Harahap yang turun memimpin operasi Zebra Toba 2019, mengaku selama digelar operasi Zebra 2019 di jajaran Polres Tanah Karo, pihaknya kerap mendapati tingkah para pengendara yang mencoba kabur saat ada operasi.

“Yang begini-ginilah kita hadapi. Lari dia ketika kita melakukan razia, ditabraknya mobil kita. Minta tanggung jawabnya, menangis dia. Jadi repot, buat saja surat tilangnya,” tegas Kasat.

Dijelaskan Iptu Ridwan dalam operasi Zebra Toba 2019, pihaknya bekerjasama dengan Bank BRI, Kejaksaan Karo, PN Kabanjahe, dan Samsat Kabanjahe. Bagi pengendara yang terjaring langsung disidang di tempat, dan dijatuhi vonis. Bagi mereka yang dijatuhi vonis tilang, langsung membayar denda di tempat. .

“Di mana kita mengelar tilang bayar di tempat, saat ini dimulai dari jam 09.00 WIB dan berakhir jam 11.30 WIB. Sebanyak 24 tilang dikeluarkan dan divonis hakim 17 tilang,” pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *