Penampakan Letusan Gunung Merapi Hari Ini

oleh -1.181 Kali Dibaca
Penampakan letusan Gunung Merapi, Jumat 1 Juni 2018. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COMGunung Merapi berada di Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Jumat pagi, 1 Juni 2018, kembali erupsi. Letusan freaktif Gunung Merapi, sekitar pukul 08.20 WIB, melontarkan abu vulkanik membumbung tinggi hingga 6.000 meter.

Letusan susulan kembali terjadi pukul 20.24 WIB, dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 2.500 meter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknik Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, pada letusan Jumat pagi, tinggi kolom abu letusan teramati 6.000 meter di atas puncak (± 8.968 m di atas permukaan laut).

KLIK: Mayor Irwansyah Bacakan Amanat Presiden Jokowi di Peringatan Pancasila

Kolom abu Gunung Merapi teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 77 mm dan durasi 2 menit. (Video Letusan)

Disebutkan Sutopo, letusan Gunung Merapi berlangsung 2 menit. Setelahnya tidak nampak adanya letusan.

“BPPTKG masih terus memantau intensif dan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Merapi,” kata Sutopo.

Mengingat ketinggian kolom letusan melebihi 6.000 m di atas permukaan laut, maka VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) telah dikeluarkan dengan kode warna RED. Kode warna VONA dapat berubah sesuai dengan kondisi terkini.

Penerbangan bandara internasional  Adi Sucipto Yogyakarta hingga pagi ini masih normal.

Diperkirakan hujan abu vulkanik jatuh di sekitar Gunung Merapi, khususnya di sisi barat.

Arah angin dominan ke barat daya. Saat meletus masyarakat keluar rumah melihat letusan. Tidak nampak ada kepanikan karena masyarakat telah belajar dari letusan-letusan yang terjadi sebelumnya. Status Gunung Merapi masih tetap Waspada (level 2). Di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi dilarang ada aktivitas masyarakat. Belum perlu ada pengungsian. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang.

BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Provinsi DI Yogyakarta, BPBD Magelang, BPBD Klaten, BPBD Boyolali dan BPBD Sleman terus melakukan upaya antisipasi menghadapi erupsi Gunung Merapi sejak dinaikkan status Waspada.

“Terkait dengan letusan pada pagi ini maka kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi,” ujar Sutopo.

Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah dan pemerintah daerah.

“Masyarakat diharap mencermati Informasi yang berkembang melalui akun-akun media terpercaya seperti BPPTKG, BNPB, BMKG, BPBD dan lembaga terkait. Bila terjadi hujan abu gunakan alat pelindung diri (APD) apabila beraktifitas di luar rumah berupa masker, kacamata, jaket, penutup kepala dan alas kaki,” pungkas Sutopo.

Informasi yang diperoleh rienews.com, letusan kedua, susulan terjadi Jumat malam, pukul 20. 24 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati 2.500 meter di atas puncak (± 5.468 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 64 mm dan durasi ± 1 menit 30 detik. (Rep-02|*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *