Penangkapan 1,16 Ton Ketamin HCI, Kapolri Suyudi: Tidak Ada Ruang bagi Sindikat Narkotika

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjukkan barang bukti 1,16 ton Ketamin HCI yang berhasil ditangkap tim gabungan dari kapal tanker MT Global 168, dalam konferesi pers Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatra Utara, Jumat, 23 Oktober 2026. Foto Humas Polri.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjukkan barang bukti 1,16 ton Ketamin HCI yang berhasil ditangkap tim gabungan dari kapal tanker MT Global 168, dalam konferesi pers Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatra Utara, Jumat, 23 Oktober 2026. Foto Humas Polri.

Petugas menemukan 58 karung berwarna hijau yang disimpan di ruang pompa kapal. Karung tersebut berisi 1.160 bungkus ketamin HCl dengan berat masing-masing satu kilogram. Hasil pengujian laboratorium memastikan barang bukti tersebut positif mengandung ketamin HCl.

Dalam operasi itu, petugas juga mengamankan delapan awak kapal, terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan. Penyidik Bareskrim Polri menetapkan seorang warga negara Taiwan berinisial YCY (42) sebagai tersangka, sedangkan tujuh awak kapal lainnya masih berstatus saksi.

Selain ketamin, petugas menyita satu unit kapal MT Global 168, 14 alat komunikasi, serta sejumlah perlengkapan kapal lainnya.

Tidak Ada Ruang bagi Sindikat Narkotika

Suyudi menegaskan, keberhasilan pengungkapan tersebut harus menjadi pengingat bahwa ancaman narkotika membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Menurutnya, jaringan penyelundupan dapat memanfaatkan jalur laut dan pola pengiriman lintas negara sehingga diperlukan pengawasan serta pertukaran informasi yang kuat antarlembaga.

“Kami tegaskan kembali bahwa seluruh aparat penegak hukum di Indonesia akan terus berdiri di garis terdepan untuk melindungi generasi muda dari sindikat narkotika,” tegasnya.

Kapolri juga mengapresiasi seluruh personel dan instansi yang terlibat dalam operasi gabungan tersebut. Ia menilai sinergi aparat menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak penyelundup sekaligus memperkuat perlindungan terhadap masyarakat.

“Kecurigaan di lapangan dan kepedulian masyarakat merupakan mata dan telinga yang menjadi bagian dari benteng pertahanan bangsa,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

“Untuk itu, mari kita rapatkan barisan dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” kata Suyudi.

Kapolri menegaskan, upaya pemberantasan narkotika akan terus diperkuat melalui penindakan terhadap jaringan pemasok, pengawasan jalur masuk, pencegahan penyalahgunaan, serta kolaborasi bersama masyarakat.

Pengungkapan 1,16 ton ketamin di Sumatera Utara menjadi bagian dari komitmen tersebut, dengan tujuan utama melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga masa depan generasi muda Indonesia. (Red)

Sumber: Humas Polri