Petani Terong di Karo Merugi Akibat Kekeringan

oleh -1.121 Kali Dibaca
Tanaman terong petani di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Petani terong di Desa Ujung Aji, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami kerugian akibat musim kemarau di tahun ini cukup panjang. Dampaknya, tanaman terong para petani tak dapat dipanen.

Seorang petani terong di Kecamatan Berastagi, E. Singarimbun mengaku tanaman terong miliknya banyak yang rontok dan mati.

“Kemarau Tahun 2019 ini sudah memasuki tiga bulan. Meskipun tanaman terong kami siram dengan air dari sumur bor, tetap saja tanaman kekeringan,” ungkap E. Singarimbun.

Diakuinya, musim kemarau tahun ini di luar prediksi. Para petani semula mengira musim kemarau tidak berlangsung lama, karenanya memilih untuk menanam terong, tanaman yang membutuhkan persediaan air cukup banyak.

“Kami kira awal bulan Maret sudah mulai turun hujan, makanya kami menanam terong. Kalau tahu kemarau bakalan lama kami tidak akan menanam terong. Kami tahu, terong ini butuh air yang banyak, dan juga butuh racun insektisida guna menghindari serangan serangga,” kata Singarimbun.

Baca Berita:

Sariati Kampanye Hidup Sehat dan Bersih di SD Bulan Julu

Harga Kubis Anjlok, Petani Karo Enggan Panen

Akibat gagal panen, E. Singarimbun mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah.

“Cuma sempat dua kali panen, itu pun hasilnya sedikit. Padahal semestinya sampai 15 kali panen,” kata Singarimbun kepada wartawan, Selasa 26 Maret 2019.

Tak hanya E. Singarimbun yang alami kerugian. Petani Amirudin Ginting, asal Desa Korpri, Kecamatan Berastagi, mengalami kerugian akibat tanaman terong miliknya tidak maksimal.

“Buahnya sedikit, itupun tidak sempurna, alias kecil-kecil. Kami rugi menanam terong kali  ini,” ujar Amir. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *