Ramadan, Cermin Keimanan Muslim

Ramadan, Cermin Keimanan Muslim (Al Mulki Fazri Ritonga).
Ramadan, Cermin Keimanan Muslim (Al Mulki Fazri Ritonga).

RIENEWS.COM – Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan, bulan penuh rahmat, bulan yang banyak kebaikan juga bulan kesempatan untuk memperbaiki amalan.

Setiap muslim (dikecualikan bagi yang uzur, sakit dan musafir) diwajibkan melaksanankan puasa Ramadan sebagaimana perintah Allah Subhanahu wa ta’ala dalam QS. Al-Baqarah 183:

Yaaa ayyuhaladzina-aamanuu kutiba ‘alaikumusshiyamu kama kutiba ‘alalladzina-minqob’likum la’allakum tattaquunn: Wahai orang–orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang–orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.

Ayat di atas, Allah SWT memberikan perintah kepada orang beriman untuk berpuasa. Allah SWT memanggil khusus kepada orang–orang yang memiliki iman di dalam hatinya. Firman Allah SWT tersebut secara tidak langsung menggerakkan hati kita untuk introspeksi diri bahwa saya orang yang beriman atau tidak?

QS. Al-Baqarah ayat 183 juga memberitahu pahala yang didapatkan dalam menunaikan puasa Ramadan. Hal ini diberitahukan Allah SWT; la’allakum tattaquunn (agar kamu sekalian menjadi orang yang bertaqwa). Orang yang bertaqwa memiliki tempat khusus di sisi Allah SWT di surga.

Artikel lain

Ibu Hamil Berpuasa, Amankah?

Anjuran Al Quran, Sambutlah Bulan Ramadan dengan Suka Cita

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1444 H Tanggal 23 Maret 2023

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Wa man shoma romadhona iimanan-wahthisaban gufirolahu maa taqoddama mindzambih: Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan ihtisab (mencari pahala) makan akan diampuni dosa–dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari).

Artikel lain

Polda Sumut Selamatkan 2 Juta Lebih Penduduk dari Bahaya Narkoba

7 Ribu Ball Pakaian Monza Disita Bareskrim Polri

Di Papua, Presiden Jokowi Tegaskan Pembangunan Indonesiasentris

Yang dimaksud dalam iimanan-wahthisaban mengerjakan puasa karena Allah SWT (dengan harapan memperoleh pahala-NYA) dan gufirolahu maa taqoddama mindzambih, dosa–dosa yang lalu (bermohon/berharap) diampuni Allah SWT.***

Penulis:

Al Mulki Fazri Ritonga, mahasiswa di Yogyakarta.