Disebutkannya, bahwa hal tersebut juga dilakukan oleh UMY dalam usahanya menyiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Salah satu misi UMY adalah meningkatkan martabat manusia untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban. Ini yang menjadi dasar pertanggungjawaban sosial UMY dalam melakukan banyak program untuk masyarakat untuk “berhadapan” dengan bencana. Antara lain yang rutin dilaksanakan adalah program pemberdayaan sosial melalui kegiatan pelayanan sosial di desa-desa dan di daerah yang terkena bencana,” kata Gunawan.
Rektor UMY menjelaskan, kegiatan tersebut menargetkan para terdampak bencana agar dapat melakukan penanggulangan korban dan kerentanan sosial yang terjadi di lingkungannya.
“Karena itu penerapan manajemen bencana yang diberikan juga termasuk memperkenalkan masyarakat dengan aksi mitigasi bencana, manajemen respon darurat dan proses pemulihan yang kami sediakan dalam lokakarya dan kegiatan praktis di lapangan,” ujar Gunawan.
Direktur Kantor Urusan Internasional UMY, Yordan Gunawan, S.H., MBA., M.H., menjelaskan, bahwa forum ini membahas peran universitas dalam mencapai SDGs yang menjadi agenda PBB. Selain UMY forum tersebut juga mengundang sejumlah institusi pendidikan lainnya.
Menurut Yordan, selain Rektor UMY, acara yang dihadiri sivitas akademika kampus di Taiwan ini juga menghadirkan pembicara lainnya antara lain, Peretz Lavie (President, Technion-Israel Institute of Technology, Israel), Katsutoshi Sakurai (President, National University Corporation Kochi University, Japan), Appa Rao Podile (Vice-Chancellor, University of Hyderabad, India), João Amaro de Matos (Matos Vice Rector, NOVA University Lisbon, Portugal), President, China Medical University, Taiwan Academician, Academia Sinica, Taiwan) serta President, Higher Education Evaluation and Accreditation Council of Taiwan). (Rep-02 | Rel)






