Sistem Zonasi, Tak Satupun Warga Merek Masuk SMAN 1 Tigapanah

oleh -4.482 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Kepala Dinas Pendidikan Karo Eddi Surianta Surbakti, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Karo Sugianta Ginting, Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Syahrial Ginting, Kepala SMA Negeri 1 Kabanjahe Dasli Pelawi meninjau ruang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 1 Kabanjahe, Selasa 2 April 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Warga di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, mendesak Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi untuk mendirikan gedung setingkat sekolah menengah atas di Kecamatan Merek. Warga bersedie menyediakan lahan untuk pembangunan gedung SMA.

Desakan ini akibat sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diberlakukan untuk Tahun Ajaran 2019/2020, menyebabkan tak satu pun anak didik di kecamatan itu diterima di SMA Negeri 1 Tigapanah. Alasannya karena sistem zonasi.

“Bukan karena bodoh, tapi kalah bersaing akibat peraturan zonasi,” tegas Perdamean Sitanggang didampingi warga Merek kepada wartawan, Senin 23 Juli 2019.

Perdamean menyatakan, sistem zonasi PPDB sejak dua tahun terakhir menyebabkan orang tua di Kecamatan Merek kesulitan untuk memasukkan anak mereka untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.

Baca Berita Terkait: Sistem Zonasi Ancam Anak di Merek Tak Bisa Masuk SMA

“Anak kami yang (akan) melanjutkan pendidikan di SMA, tidak satupun lulus masuk SMAN I Tigapanah. Dikarenakan, peraturan Menteri Pendidikan terkait wilayah atau zonasi dari tempat kita tinggal,” ungkap Perdamean.

Ditegaskannya, aturan itu merugikan orang tua anak didik karena lokasi tempat mereka tinggal di luar radius, zonasi yang diberlakukan.

Berita Terkait Lainnya: Demi Gedung SMA, Tuah Pandia Hibahkan 1 Ha Tanah

“Sudah pasti anak kami kalah dari peserta didik dari Kota Kabanjahe dan sekitarnya. Disebabkan jarak desa mereka lebih dekat, dan kami lebih jauh,” beber Perdamean.

Demi masa depan pendidikan anak mereka, warga  Kecamatan Merek, klaim Pardamean Sitanggang, menghibahkan tanah mereka kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utar agar dibangunkan gedung SMA di kecamatan itu.

Baca Berita:

Situs Arkeologi di Desa Pulo

Basarnas Berhasil Temukan Awi, Pemancing Hanyut di Seruwai

“Kami berharap agar tahun depan gedung SMAN telah terbangun di Kecamatan Merek. Agar anak-anak kami dapat sekolah negeri. Kami tidak punya biaya untuk menyekolahkan anak kami di swasta karena biaya lebih tinggi. Supaya cepat terealisasi, tanah telah kami siapkan untuk dihibahkan kepada negara demi berdinya gedung SMAN di wilayah kami,” ungkap Pardamean.

Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Syahrial Ginting membenarkan klaim Pardamean Sitanggang, tidak ada diterimanya anak didik asal Kecamatan Merek masuk ke SMA Negeri 1 Tigapanah, di Kecamatan Tigapanah.

Menanggapi usulan dan harapan warga Kecamatan Merek, dibangunkannya gedung SMA negeri di wilayah mereka, Syahrial akan menjadikannya prioritas agar  terealisasi tahun depan.

“Terkait usulan warga Merek soal pembangunan gedung SMA di wilayahnya, secepatnya kita usulkan. Mudah-mudahan tahun depan SMAN telah terbangun di Kecamatan Merek agar anak didik dari sana dapat mengenyam pendidikan di bangku negeri. Pembangunan gedung sekolah SMAN menjadi prioritas,” tegasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *