Sudah 462 Ekor Babi di Karo Mati Terjangkit Hog Cholera, Kerugian Rp900 Juta

oleh -243 Kali Dibaca
Ilustrasi

RIENEWS.COM – Sebanyak 462 ekor babi mati terserang virus babi (hog cholera) di Kabupaten Karo, dalam kurun waktu tiga pekan terakhir. Secara ekonomis, kematian mendadak ternak babi itu menyebabkan kerugian pada masyarakat peternak dan pedagang mencapai Rp926.680.000.

Data yang diperoleh wartawan dari Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Selasa 12 November 2019, sebaran virus babi terdata di empat kecamatan, yakni  Kecamatan Lau Baleng, Mardinding, Kabanjahe, dan Kecamatan Simpang Empat.

Di masing-masing wilayah itu, telah terjadi kematian pada ternak babi, dan yang tertinggi angka kematian ternak babi terjadi di Kecamatan Lau Baleng.

Baca Berita:

Iriani Tarigan Sah Duduki Kursi Ketua DPRD Karo

BNPB Siapkan Opsgab Pemulihan Kawasan Tambang Emas Ilegal di Sumbar

“Desa Lau Baleng sebanyak 440 ekor, Desa Perbulan Kecamatan Lau Baleng ada 3 ekor. Desa Nang Belawan, Kecamatan Simpang Empat, 1 ekor. Sementara Lau Cimba dan Kampung Dalam, Kecamatan Kabanjahe, ditemukan 3 ekor yang mati mendadak. Di Desa Lau Pengulu, Kecamatan Mardinding, ada 15 ekor mati,” kata  Kepala Dinas Pertanian Karo Metehsa Karokaro.

Dari hasil uji laboratorium Balai Veteriner Medan, kata Matesha, kematian ternak babi itu menunjukan indikasi ke arah adanya penyakit African Swine Fever (ASF).

“Namun masih indikasi. Hasil yang sudah pasti dari ujilab menyatakan positif terhadap hog cholera (HC),” katanya.

Dalam penanggulangan hog cholera, Metehsa menegaskan, pihaknya masih terus melakukan penyemprotan disinfektan.

“Semalam di kecamatan terdampak terbanyak (dilakukan Disinfektan), yaitu Kecamatan Lau Baleng dan Mardinding,” ujarnya.

Metehsa mengimbau warga Karo tidak membeli babi dari luar daerah karena kesehatannya tidak terjamin. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *