Tidak Pakai Masker, Pengunjung Pusat Pasar Kabanjahe Dilarang Masuk

oleh -364 Kali Dibaca
Personel Satpol PP Pemkab Karo berjaga di pintu masuk pasar. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karo memperketat penerapan physical distancing di Pusat Pasar Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disiagakan di Pusat Pasar Kabanjahe guna mengawasi para pengunjung. Bagi warga yang tidak memakai masker, dilarang memasuki pasar.

“Jadi, setiap pengunjung yang mau berbelanja tidak memakai masker kita larang masuk dan diimbau supaya mengenakan masker,” kata Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan, Selasa 12 Mei 2020.

Pemberlakuan ini mulai diterapkan Pemkab Karo pada Senin 11 Mei 2020. Tidak hanya di Pusat Pasar Kabanjahe, pemberlakuan juga dilaksanakan di  Pasar Sayur Jalan Masjid Kabanjahe, Pajak Singa Kabanjahe, Pusat Pasar Berastagi, Pajak Roga Berastagi dan Pajak Sayur Mayur Tiga Panah.

Baca Berita: 

Pangdam I/BB Apresiasi Warga Desa Karo Dalam Mencegah Virus Corona

Pemkab Karo Salurkan Bantuan Sosial Tunai Kemensos Kepada 16.817 KK

Menurut Hendrik hal ini diterapkan guna mengikuti protokol kesehatan bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), sesuai anjuran  pemerintah.

Pusat Pasar atau pasar adalah salah satu titik tempat keramaian bagi aktifitas masyarakat. Jadi sesuai dengan anjuran pemerintah Sosial Distancing dan Phsycal Distancing harus kita waspadai, artinya seriap warga yang berada di titik-titik keramaian seperti tempat berbelanja, kita wajibkan memakai masker, kalau dia tidak.memakai masker kita tetap melarangnya untuk memasuki lokasi pasar itu,” ujar Hendrik

Guna memastikan para pengunjung pasar memakai masker, Hendrik menegaskan menempatkan dua personel Satpol PP di pintu masuk.

“Sebanyak 50 personel Satpol PP disebar di sejumlah titik pintu masuk serta titik keramaian (pasar) di Kabanjahe-Berastagi. Setiap gerbang masuk pasar kita menempatkan dua petugas Satpol PP didampingi satu orang petugas dari Dinas Perindag,” ungkap Hendrik.

Dikatakannya, kebijakan ini menindaklanjuti instruksi Bupati Karo selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo.

“Jadi hal ini menjadi acuan tim menertibkan bagi yang tidak memakai masker setiap memasuki lokasi-lokasi keramaian, seperti pasar terhitung mulai Senin 11 Mei hingga 29 Mei 2020,” sebut Hendrik. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *