Tragedi Maut di Penampungan Air Hujan Perladangan Terulang

oleh -3.925 Kali Dibaca
Ilustrasi

RIENEWS.COM – Tragedi tewasnya anak di dalam bak penampungan air hujan di lokasi perladangan Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terulang. Senin 26 Agustus 2019 kemarin, dua anak ditemukan meninggal di bak penampungan air hujan di perladangan Desa Lingga Julu, Kecamatan Simpang Empat.

Kepolisian mengimbau kepada warga yang memiliki bak penampungan air hujan di areal pertanian untuk memagarinya, agar peristiwa anak meninggal di dalam bak penampungan air hujan tidak terulang lagi.

Peristiwa serupa terulang, Rabu 28 Agustus 2019. Pasangan suami istri petani di perladangan Kenjahe, Desa Gajah, Kecamatan Simpang Empat, Manase Sembiring Milala dan Rini br Karo, kehilangan putranya Randi Sembiring Milala (6 tahun).

Randi dtemukan meninggal dunia oleh ayah di bak penampungan yang ada di areal perladangan orang tua korban.

Simak Berita Anessya dan Japane Meninggal Dalam Bak Air, Begini Versi Kepolisian

Kepala Kepolisian Sektor Simpang Empat Iptu Dedi S. Ginting membenarkan peristiwa itu.

“Info kejadian baru kami ketahui (Rabu) siang ini,” ujar Kapolsek.

Diceritakan Iptu Dedi, kejadian berawal saat ayah korban beraktivitas di lahan pertaniannya. Saat itu, Randi ikut serta ke ladang.

“Saat ayahnya melakukan aktivitas di ladanag, korban Randi ditinggal di dalam gubuk. Setengah jam kemudian, usai menyemprot tanaman, ayah korban tidak melihat anaknya berada di dalam gubuk lagi,” tutur Kapolsek Simpang Empat.

Baca Berita:

Pertama Kali, Rancangan Masjid Modern UMY Masuk Rekor MURI

Hingga Agustus 2019 Terjadi 245 Kasus Rabies di Karo

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Kepolisian, sebut Dedi, karena tidak mendapati putranya di gubuk perladangan, Manase Sembiring mencari Randi di sekitar pondok.

“Tidak lama berselang, Manase melihat putranya Randi, telah tenggelam di dalam bak penampungan air hujan. Langsung (korban) dibawa ke rumah sakit,” ujar Dedi.

Iptu Dedi menjelaskan, berdasarkan keterangan dari dokter RSU Amanda, korban telah meninggal dunia saat berada di lokasi kejadian.

“Kita mengimbau kepada warga pemilik ladang yang memiliki bak penampungan air hujan agar mencegah (kejadian serupa). Memagari sekitar bak air penampungan. Hal ini untuk meminimalisir kejadian serupa,” imbuh Dedi.

Selasa 26 Agustus 2019, kejadian serupa dialami dua anak yang masih di bawah lima tahun. Anessya Nella boru Manullang berusia 4,3 tahun, dan Japane Latersia br Barus berusia 1,6 tahun, ditemukan orang tua mereka meninggal di dalam bak penampungan air hujan di perladangan Desa Lingga Julu, Kecamatan Simpang Empat. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *