UGM Kembangkan SCESS Mendukung UKM Kopi

oleh -791 Kali Dibaca
Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (DTPB FTP-UGM) Yogyakarta dalam launching aplikasi Big Data mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) kopi di Desa Pelaga, Badung, Bali. [Foto UGM | Rienews]

RIENEWS.COM – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (DTPB FTP-UGM) Yogyakarta, mengembangkan Smart Coffee Enterprise Support System (SCESS) guna mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) kopi di Desa Pelaga, Badung, Bali. Aplikasi big data tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI untuk mengembangkan SCESS.

Aplikasi ini telah diluncurkan sejak 9 April 2019 lalu, bersamaan dengan kegiatan penguatan petani kopi di Subak Abian, Semanik Sari, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali.

Prof. Lilik Soetiarso dan Dr. Andri Prima Nugroho dari DTPB FTP-UGM, mengatakan, ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan inisiasi di UGM sebelumnya terkait pengembangan big data dalam bisnis usaha kopi.

Disebutkan Lilik, kerja sama antara DTPB FTP-UGM dengan Kementerian Koperasi dan UKM pada pengembangan “Smart Enterprise Support System untuk Agroindustri Kopi” menjadi salah satu agenda riset jangka panjang yang dilakukan DTPB. Terutama dalam upaya membangun pusat unggulan di bidang pertanian cerdas.

“Kerja sama ini merupakan salah satu agenda penting dalam usaha membangun center of excellent di bidang smart agricultural system,” kata Lilik dalam pers rilisnya, Selasa  Selasa 16 April 2019.

Baca Berita:

Bupati Karo Hadiri Pelantikan TP PKK Merdeka dan Kuta Buluh

Pasang Wifi, Dua Pria Tewas Tersengat Listrik

Deputi Pembiayaan Kemenkop & UKM sekaligus pembina Koperasi UKM Nasional, Yuana Sutyowati yang menghadiri launching aplikasi Big Data tersebut, mengapresiasi DTPB FTP-UGM yang telah bekerjasama dalam pengembangan sisitem pendukung penguatan UKM kopi.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Koperasi Nasional Kementerian Koperasi dan UKM RI,  Reza Fabianus mengucapkan terima kasih atas usaha dan dukungan DTPB FTP-UGM dalam mengembangkan embrio SCESS, berharap penggunaan sistem ini dapat meningatkan kesejahteraan petani kopi di Indonesia.

Sejawat Prof. Lilik Soetiarso, Dr. Andri Prima mengatakan, embrio SCESS yang berupa sistem basis data untuk pendataan petani kopi by name by address ini sebagai dasar menuju enterprise sistem yang lengkap sebagai pendukung pengambilan keputusan pada level pemerintah.

“Beberapa kegiatan yang terekam antara lain data petani, kepemilikan lahan, administrasi dan pengelolaan kredit usaha rakyat, aktivitas budidaya, dan pascapanen. Desain arsitektur SCESS dikembangkan dengan berorientasi pada sistem pengelolaan pengetahuan (knowledge management system),” ujar Andri. (Rep-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *