Warga Lembata Panik, Erupsi Gunung Ili Lewotolok Capai Ketinggian 4.000 Meter

oleh -181 Kali Dibaca
Erupsi Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, pada Minggu 29 November 2020, pukul 09.45 waktu setempat. [Foto PVMBG | Rienews]

RIENEWS.COM –  Erupsi Gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang terjadi Minggu 29 November 2020,  pukul 09.45 waktu setempat, menyulut kepanikan warga. Letusan itu mencapai ketinggian 4.000 meter dari puncak Gunung Ili Lewotolok.

Sehari sebelumnya, Sabtu 28 November 2020, Gunung Ili Lewotolok mengalami erupsi, sekitar pukul 05.57 waktu setempat, dengan ketinggian kolom 500 meter dari puncak Gunung Ili Lewotolok.

“Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lembata, pihaknya sedang melakukan evakuasi warga. Sedangkan video yang diterima Pusdalops BNPB menggambarkan sejumlah warga panik dan melakukan evakuasi. Perkembangan penanganan akan diinformasikan secepatnya,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati di laman bnpb.go.id, Minggu 29 November 2020.

Baca Kumpulan Berita Erupsi Gunung Api Di Sini

Raditya Jati menyatakan, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) masih berkoordinasi atas dampak erupsi Gunung Ili Lewotolok.

Baca Berita:

Pantau Gunung Merapi dari Udara, BPBD DIY Temukan Longsoran Baru

Terkelin Brahmana Masuk 100 Karo Inspiratif

Berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), teramati kolom abu kelabu tebal condong ke arah timur dan barat. Gempa Erupsi Gunung Ili Lewotolok terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi  sekitar 10 menit.

Gunung Ili Lewotolok  dengan ketinggian 5.423 meter di atas permukaan laut, berstatus Waspada atau level II.

“Terkait dengan situasi aktivitas vulkanik, PVMBG merekomendasikan masyarakat sekitar Gunung Ili Lewotolok dan siapa pun yang ingin mendaki agar tidak berada atau melakukan aktivitas di dalam zona perkiraan bahaya, sekitar kawah gunung dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak atau pusat aktivitas gunung,” imbuh Raditya.

Sejak 7 Oktober 2017, status Gunung Ili Lewotolok ditingkatkan dari Normal (Level I) menjadi status Waspada atau level II. Peningkatan status Gunung Ili Lewotolok dipicu peningkatan aktivitas vulkanik berupa kegempaan signifikan, terutama gempa tektonik lokal, vulkanik dalam dan vulkanik dangkal sejak pertengahan September 2017.

Hingga saat ini, PVMBG mencatat tiga gunung api yang berstatus Siaga atau level III; Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah dan Gunung Karangetang di Sulawesi Utara. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *