Warga Relokasi Dampak Sinabung Tuntut Uang Sewa Rumah dan Lahan

oleh -94 Kali Dibaca
Warga yang direlokasi dari Desa Sigarang-garang, Sukanalu, Mardinding dan Dusun Lau Kawar mendatangi Gedung DPRD Karo, Selasa 29 Oktober 2019, mempertanyakan uang sewa rumah dan lahan periode 2019-2020 yang belum mereka terima. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Warga korban relokasi dampak erupsi Gunung Sinabung menuntut pencairan dana bantuan uang sewa rumah dan lahan, senilai Rp6,4 juta per kepala keluarga. Ratusan warga dari Desa Sigarang-garang, Desa Sukanalu, Desa Mardinding dan Dusun Lau Kawar, Kecamatan Naman Teran, mendesak Pemerintah Kabupaten Karo menyalurkan dana bantuan uang sewa rumah dan lahan periode Oktober 2019-Oktober 2020, hingga kini belum mereka terima.

Tuntutan itu disampaikan warga dengan mendatangi Gedung DPRD Karo, Selasa 29 Oktober 2019, kemarin.

Kepala Desa Sukanalu, Sentosa Sitepu menyatakan warganya yang masih tinggal di rumah kontrakan ada sekitar 1.001 jiwa. Ia berharap Pemkab Karo dan BNPB segera mencairkan uang sewa rumah dan uang sewa lahan. Desakan pencairan dana bantuan itu berhubung pembangunan hunian tetap (Huntap) tahap III di kawasan Siosar, belum rampung.

Baca Juga Tuntut Dana Bantuan, Penduduk Desa Gurukinayan Demo Kantor Bupati Karo

Selain itu, sewa rumah bagi korban relokasi dari tiga desa dan satu dusun, akan berakhir bulan ini, Oktober 2019. Warga relokasi mengatakan, uang sewa dan lahan yang mereka tuntut Rp6,4 juta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Martin Sitepu mengatakan telah mengajukan surat permohonan sewa rumah dan sewa lahan bagi korban bencana erupsi Gunung Sinabung kepada Kepala BNPB tertanggal 4 Oktober 2019, melalui surat  nomor 360/4110/BPBD/2019.

Baca Berita:

Menggali Potensi Wisata Air Desa Doulu

Kapolres Tanah Karo Pimpin Sertijab Sembilan Perwira

Dikatakannya,  warga yang direlokasi  berasal dari Desa Sigaranggarang, Desa Sukanalu, Desa Mardinding dan Dusun Lau Kawar. Pengajuan dana bantuan uang sewa rumah dan lahan, terlambat disebabkan adanya keterlambatan data yang terverifikasi dari desa.

“Adanya keterlambatan pengajuan permohonan ke BNPB, sehubungan terlambatnya data dari tingkat desa,” ujar Martin.

Warga Desa Sigarang-garang yang direlokasi, mendapatkan bantuan tersebut, terdata 452 KK, dari Desa Sukanalu sebanyak 363 KK, Desa Mardinding sebanyak285 KK dengan rincian 212 KK diberikan sewa rumah dan sewa lahan setahun, dan 73 KK diberikan sewa lahan setahun. Sedangkan warga dari Dusun Lau Kawar Desa Kuta Gugung terdata 48 KK untuk sewa rumah dan sewa lahan setahun.

Martin mengungkap dana bantuan uang sewa rumah sebesar Rp4.515.000/tahun, dan uan sewa lahan Rp2.200.000/tahun.

Sementara untuk warga yang direlokasi dari Desa Kuta Gugung, sebut Martin, menunggu proses relokasi dan saat ini masih dalam tahap permulaan. Sehingga kepada warga desa dilakukan penanganan kembali dengan pemberian sewa rumah dan sewa lahan melalui Dana Siap Pakai (DSP) di BNPB.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Kepala BPBD Karo, warga akhirnya membubarkan diri dari Gedung DPRD Karo. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *