Warga Tongging Dihebohkan Kabar Kemunculan Harimau Sumatra

oleh -3.330 Kali Dibaca
Warga Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berjaha usai kabar kemunculan harimau sumatra di desa mereka. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Warga Desa Tongging di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dihebohkan dengan kabar kemunculan harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatra), Minggu 28 Juli 2019. Kabar ini lantas merebak di  masyarakat.

Camat Merek, Tomi Heriko Sidabutar membenarkan adanya kabar kemunculan harimau di Desa Tongging. Menurutnya, kabar kemunculan itu dari seorang warga Desa Tongging, bapak Imel Sinaga.

Kejadian itu dialami saksi Imel Sinaga saat memanen buah mangga di ladang miliknya bersama istrinya, Minggu siang, sekitar pukul 12.00 WIB.

“Dari penuturan bapak Imel Sinaga, dirinya hanya sebatas mendengar auman (suara), dan melihat badan binatang buas tersebut sekitar sepinggang orang dewasa, dengan jarak penglihatan dari pohon mangga yang dipanjatnya kurang lebih 10 meter,” ujar Tomi, Senin 29 Juli 2019.

Baca Berita: Harimau Sumatra Ditemukan di Air Terjun Dua Warna Sibolangit

Tomi belum bisa memastikan apakah binatang buas tersebut memang harimau atau macan. Disebabkan, kepala binatang buas tersebut tidak dilihat oleh Imel Sinaga, hanya sebatas badan saja, lantaran terhalang oleh ranting pohon.

“Tidak bisa kita pastikan, apakah itu harimau atau bisa jadi macan. Mengingat, areal lokasi perladangan warga di sini (Tongging) sangat terjal. Jadi, jika pun ada binatang yang datang memasuki wilayah warga, termasuk kategori  binatang buas,” ujarnya.

Baca Berita:

Karo Jambi Apresiasi Kesolidan GM FKPPI Karo

Gempabumi 5,2 SR Guncang Banten, Jakarta dan Jabar

Tomi mengimbau kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di perladangan hingga senja hari. Guna menjaga keselamatan jiwa, menghindari dari hal yang tidak diinginkan.

Dia pun mengajak para wisatawan yang berkunjung ke Tongging, salah satu destinasi populer di Kabupaten Karo, tidak khawatir dengan kabar tersebut.

“Kita juga berharap kepada wisatawan yang ke Tongging dan seputarannya, untuk tidak takut atas kehadiran binatang buas tersebut. Serta menjaga diri dan keluarga. Kita yakini semua dapat terkendali, bila kita sama-sama saling menjaga,” imbuhnya.

Kemunculan harimau Sumatra itu, pertama kali diketahui Imel Sinaga, saat memanen buah mangga.

Setibanya di atas pohon, Imel Sinaga mencium “aroma” dan melihat ke bawah pohon yang ia panjat, seekor harimau. Imel bertahan selama 2 jam di atas pohon menunggu hingga harimau pergi.

Kemunculan harimau itu lantas dilaporkan Imel Sinaga kepada kepala desa. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *