DPRD Sumut Kesal Karo Kurang Diperhatikan Pemerintah Pusat

oleh -1.477 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana (baju kemeja biru) bersama Ketua Komisi D DPRD Sumut menemui Komisi V DPR RI Anton Sihombing (kanan), Kamis 8 Agustus 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – DPRD Sumatera Utara (Sumut) kecewa dengan sikap Pemerintah Pusat-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dinilai kurang memperhatikan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karo, seperti pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi, atau jembatan layang.

Sejak beberapa bulan lalu, Pemerintah Kabupaten Karo bersama Komisi D DPRD Sumatera Utara terus mendorong Kemen PUPR untuk membangun jalan tol atau jalan layang Medan-Berastagi. Alasannya, kondisi jalan Medan-Berastagi saat ini sudah tidak laik.

“Saya sangat kecewa akibat kurang perhatian Pusat ke Kabupaten Karo. Sejarah perjuangan di Kabupaten Karo zaman dulu sangat-sangatlah diperhitungkan. Bukti nyata di Indonesia, Kabupaten Karo adalah salah satu kabupaten number two memiliki Makam Pahlawan setelah number one ada di Surabaya,” ujar anggota Komisi D DPRD Sumut, Layari Sinukaban.

Baca Berita Sebelumnya: Soal Jalan Tol, Terkelin Minta Ketegasan Kementerian PUPR

“Melihat  sejarah ini, sampai sekarang Kabupaten Karo jalannya dari Medan-Berastagi kurang diperhatikan, seolah-olah di anak tirikan pembangunannya. Padahal wajar Kabupaten Karo harus  dibenahi. Sebab akses jalan ini pintu gerbang bagi beberapa kabupaten dan provinsi lain khususnya gerbang KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Danau Toba,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Alasan Perlu Dipercepat Bangun Jalan Alternatif Medan-Berastagi

Hal itu disampaikan Layari Sinukaban dalam pertemuan dengan Komisi V DPR RI, Kamis 8 Agustus 2019, bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Dairi Eddy Keleng Brutu, Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, Burhanuddin (Wakil Ketua Komisi), anggota Komisi D DPRD Sumut, Yantoni Purba, Layari Sinukaban, Jubel Tambunan, Herman Sembiring, Ari Wibowo, Fahrizal, Darwin, Donald Lumbanbatu, Darwin Lubis, Leonard Surungan Samosir, Novita Sari. Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, dan Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Karo Paksa Tarigan, serta Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat.

Baca Berita:

Begini Reaksi Cepat AKP Sopar Budiman Menangkap Bandar Shabu

Eksekusi 19 Bangunan di Gang Merek Berastagi Ricuh

Sebelum bertemu dengan Komisi V DPR RI, rombongan Bupati Karo Terkelin Brahmana bertemu dengan Kemen PUPR yang diwakili Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan, Achmad Gani Ghazaly Akman didampingi Kepala BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) II Medan Selamat Rasidi Simanjuntak.

Dipertemuan itu, Bupati Karo meminta ketegasan dan penjelasan soal rencana pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi dan Jembatan Layang Medan-Berastagi. Merespons hal itu, Achmad menyatakan Kemen PUPR belum ada membahas hal tersebut.

Layari Sinukaban menyatakan pembangunan jalan Medan-Berastagi untuk kepentingan bukan hanya Kabupaten Karo.

“Pendapat saya ini, supaya kita tahu semua terkait jalan Medan-Berastagi bukan saja milik Kabupaten Karo, tetapi kepentingan hajat banyak. Baik Kabupaten Simalungun, Dairi, Pakpak Bharat, Samosir, Tobasa (Toba Samosir), Taput (Tapanuli Utara), Aceh Tenggara, dan masih banyak lainnya. Ini tentu perlu kita sikapi dalam tempo sesingkat-singkatnya, supaya kita renungkan,” tutur Layari dihadapan anggota Komisi V DPR RI Anton Sihombing dan Sahat Silaban.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mendorong Pemerintah Pusat memperhatikan pembangunan jalan Medan-Berastagi sebagaimana usulan Pemerintah Kabupaten Karo.

“Mohon perhatian khusus dari Pusat, karena akses jalan ini sangat diharapkan masyarakat yang melintas melewati Karo, kiranya dibangun sesuai usulan Kabupaten Karo yang sudah diajukan atas dukungan Komisi D DPRD Sumatera ke Kementerian PUPR,” kata Terkelin.

Anggota Komisi V DPR RI, Anton Sihombing dan Sahat Silaban menyatakan keheranannya dengan sikap Pemerintah Pusat.

“Saya juga heran, Kabupaten Karo, Dairi, Pakpak Bharat, yang hadir saat sekarang ini, kenapa kurang perhatian. Saya sangat miris mendengarnya,” kata Anton Sihombing. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *