Kecamatan Merek Data Warga Pendatang

oleh -255 Pembaca
Muspika Merek mengumpulkan warga pendatang dan mengimbau warga pendatang segera melengkapi data kependudukan. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Buntut penganiayaan oleh warga pendatang dari Nias, pemerintah Kecamatan Merek langsung melakukan langkah preventif. Sementara itu empat tersangka penganiaya Jeflyin Sijabat telah diamankan Polsek Tiga Panah.

Camat Merek, Tommy Heriko Sidabutar menegaskan pihaknya bersama Muspika langsung turun tangan menangani persoalan kasus penganiayaan oleh warga pendatang. Tommy menyatakan, mengumpulkan para pendatang, khususnya dari Nias, di jambur desa untuk bermusyawarah sekaligus melakukan pendataan kepada warga pendatang di Merek.

Menurut Tommy, dari pertemuan itu diketahui bahwa masih banyak warga pendatang (asal Nias) yang belum memiliki surat keterangan akan keberadaan mereka di Kecamatan Merek. Mengatasi hal ini, Kecamatan Merek akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)

“Kita koordinasikan bersama Dinas Dukcapil supaya mereka melakukan pelayanan ke Desa Situnggaling,” ungkap Camat Merek, Tommy Heriko Sidabutar, Senin 4 November 2019.

Dalam runggu  (musyawarah) yang digelar, Senin kemarin itu, Tommy mengungkapkan beberapa poin kepada  warga pendatang asal Nias. Di antarnya, bagi warga pendatang diberi waktu dalam satu minggu untuk melengkapi data kependudukan. Warga pemilik rumah disarankan mengontrak rumah tidak lebih dari  satu unit rumah, dan memberlakukan jam malam kecuali untuk kegiatan keagamaan dan sosial.

Baca Berita:

BNNK Karo Bekuk 4 Tersangka Sindikat Pemasok Shabu ke Karo

BRI Gelar Pelatihan 10 Ribu UMKM

Tommy menambahkan akan menyurati Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karo untuk menggelar operasi pendataan penduduk di Kecamatan Merek.

“Kita akan surati Satpol PP  guna dilakukan razia pendataan penduduk kepada warga pendatang yang belum memiliki KTP, supaya dapat diurus ke Dukcapil,” pungkas Tommy.

Kapolsek Tiga Panah AKP Ramli Simanjorang menegaskan telah mengamankan empat tersangka penganiayaan Jeflyin Sijabat. Salah satu tersangka diketahui masih di bawah umur.

Penganiayaan yang dialami Jeflyin penduduk Dusun Aek Popo, Desa Pancurbatu, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terjadi pada Minggu malam, 3 November 2019.

“Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka di bagian telinga kiri dan jari manis tangan kanan mengeluarkan darah,” kata AKP Ramli Simanjorang.

Korban telah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Tiga Panah dengan bukti laporan, LP/636/XI/2019/SU/RES.T.KARO/SEK.TIGAPANAH, pada Senin 4 November 2019.

Para tersangka penganiaya, EL, GAL dan dua teman mereka lainnya, diketahui selama ini bermukim dan bekerja sebagai buruh tani di Desa Situnggaling.

“Di antara empat pelaku, satu orang masih di bawah umur. Kemungkinan besok (di bawah umur) tidak akan ditahan lagi, tetapi kasus tetap lanjut,” pungkas Ramli. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *