Kemenkes Tunjuk RSU Kabanjahe Rujukan Pasien Virus Corona

oleh -148 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau RSU Kabanjahe guna melihat langsung kesiapsigaan rumah sakit tersebut yang menjadi rumah sakit rujukan penanganan Virus Corona. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Edaran YR.01,02/III/0027/2020 tentang Kesiapsiagaan Rumah Sakit Dalam Penanganan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) tanggal 7 Januari 2020, memasukkan Rumah Sakit Umum Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sebagai salah satu rumah sakit rujukan dalam penanganan Virus Corona.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau kesiapsigaan RSU Kabanjahe yang berada di Jalan KS Ketaren, Kabanjahe.

Dalam peninjauan pada Selasa 3 Maret 2020, Terkelin Brahmana meminta RSU Kabanjahe untuk melakukan koordinasi dengan lintas OPD di Pemkab Karo, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Simak Berita: Usai Masa Observasi, 5 TKA Tiongkok Dinyatakan Negatif Virus Corona

“Harus bersinergi dalam antisipasi kesiapsiagaan mencegah Virus Covid 19. RSU Kabanjahe sudah terkoneksi langsung  dengan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes untuk mengikuti situasi tentang perkembangan kasus Covid-19 dan lebih khusus penanganan Penyakit Infeksi Emerging (PIE),” tegasnya.

Bupati Karo mengemukakan akan segera menerbitkan surat edaran kewaspadaan terhadap penyebaran Virus Corona di kabupaten Karo.

Direktur RSU Kabanjahe, Arjuna Wijaya menyebutkan ada 144 rumah sakit menjadi rujukan  dari Kemenkes, termasi RSU Kabanjahe.

Baca Berita: 

Ini Sebab Pembangunan RSU Baru Milik Pemkab Karo Terkendala

Perampok Ini Bawa Kabur Mobil dan Seorang Perempuan

“RSUD Kabanjahe merupakan salah satu rujukan di antara 144 RS rujukan di Indonesia. Diminta untuk  meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk pencegahan yang lebih luas. RSUD Kabanjahe diminta untuk lebih waspada dalam menghadapi kasus Corona,” ujarnya.

Menindaklanjuti Surat Edaran Kemenkes, kata Arjuna, RSU Kabannjahe mengambil langkah dan mereview kembali kesiapan semaksimal mungkin terhadap sarana prasarana, SDM, alur layanan, SOP.

“Kedepan akan  melakukan surveillance dan melaporkan kepada pimpinan setiap kejadian pasien dalam pengawasan secara cepat dan tepat dalam pengambilan sampel (swab) sesuai prosedur penanganan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, RSU Kabanjahe akan mencatat pasien yang terduga (suspect) sebagai Pasien Dengan Pengawasan (PDP) akan segera mendapat penanganan khusus jika datang ke RSUD Kabanjahe,” imbuhnya.

Sebagai catatan di tahun 2007, saat wabah virus Flu Burung terjadi, Kemenkes juga memasukkan RSU Kabanjahe sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan dan pencegahan Flu Burung. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *