Korban Wisata Air Panas Daun Paris Tak Dapat Asuransi

oleh -1.830 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau langsung lokasi wisata air panas Daun Paris di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka yang alami musibah hingga menewaskan 7 pengunjung, Minggu pagi, 2 Desember 2018. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM –  Korban tewas dan luka-luka pada insiden ambruknya bangunan di lokasi wisata air panas Daun Paris, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tidak mendapatkan asuransi.

Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Pariwisata Karo Makmur Barus menjawab pertanyaan wartawan, Senin 3 Desember 2018.

Alasan tidak adanya asuransi bagi 7 korban meninggal dunia dan 9 korban luka-luka akibat ambruknya bangunan wisata air panas Daun Paris milik Efianto Sembiring, dikarenakan Dinas Pariwisata sejak satu bulan terakhir tidak mengutip biaya retribusi kepada pengunjung wisata air panas di Raja Berneh, Desa Semangat Gunung.

“Sudah sebulan lebih kami tak mengutip retribusi,” ungkap Makmur Barus.

Retribusi pengunjung wisata air panas ditiadakan, kata Makmur, lantaran Dinas Pariwisata banyak menuai protes dari pengunjung karena kondisi jalan masuk ke lokasi wisata rusak parah.

Baca Berita: DPRD-Bupati Karo Sahkan 8 Perda Baru, Satu Perda Ditunda

“Tapi sekarang jalan masuk sudah diperbaiki pihak Dinas PUPR. Pengutipan retribusi akan kita berlakukan lagi setelah jalan masuk ke dalam selesai diperbaiki,” kata Makmur.

Ditegaskan Makmur, Dinas Pariwisata Karo bekerjasama dengan perusahaan asuransi PT. Alih Risiko Makna Sejahtera yang berkedudukan di Jakarta.

Biasanya pengunjung yang masuk lokasi wisata air panas ditawarka apakah ingin pakai asuransi atau tidak.

“Kita hanya menawarkan, karena asuransi ini bersipat opsional, tidak bisa dipaksakan pada pengunjung. Namun, sebulan belakangan ini kita tak lagi mengutip retribusi, otomatis para korban itu tak mendapat asuransi,” imbuh Makmur.

Kepala Dinas Pariwisata Karo menyebutkan ada 10 lokasi wisata air panas di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka. “ Data kita ada sepuluh lokasi pemandian di sana,” ujar Makmur.

Tindaklanjut Instruksi Bupati

Bupati Karo Terkelin Brahmana pasca-insiden ambruknya bangunan di lokasi wisata pemandian air panas Daun Paris, menyebabkan 7 mahasiswa tewas, dan 9 lainnya alami luka-luka. Langsung menginstruksikan Camat Merdeka Terang Ukur br Surbakti mendata bangunan milik pengelola wisata air panas.

“Saya sudah menyuruh kepala desa setempat untuk mengecek dan mendata lokasi pemandian itu,” ujar Terang Ukur br Surbakti.

Camat menyatakan, sudah memerintahkan kepala desa untuk menyuruh para pengusaha, pengelola lokasi wisata datang ke Kantor Camat.

“Kita akan menggelar pertemuan dengan pihak pengusaha,” ujar Terang Ukur br Surbakti.

Sebelumnya, Bupati Karo Terkelin Brahmana menegaskan akan memeriksa dan mendata bangunan di wisata air panas di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Penegasan itu disampaikan Bupati Karo saat meninjau langsung tempat kejadian perkara di wisata air panas, Daun Paris.

“Kita lihat bangunan yang terbuat dari  kayu dan menyerupai gubuk dibangun dekat gundukan tanah yang bertebing. Dengan dinding bongkahan batu kecil-besar sebagai penahan tanah. Hal ini dapat mengancam keselamatan para tamu yang berada digubuk tersebut,” kata Bupati Karo, Minggu 2 Desember 2018.

Agar tidak terjadi peristiwa serupa ke depan, Bupati Karo menginstruksikan kepada para Camat dan Muspika untuk melakukan pendataan.

“Intinya ke depan kita tidak mau terulang lagi hal yang serupa. Sudah saya sampaikan ke Camat bersama Muspika agar bersinergi untuk membentuk tim  serta melakukan pendataan, mana yang melanggar harus ditindak,” tegas Bupati Karo. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *