Pembuang Bangkai Babi Tinggalkan Pesan Buat Bupati

oleh -4.775 Kali Dibaca
Seekor bangkai babi ditutupi karton dengan tulisan, dibuang di pinggir jalan oleh orang tak bertanggung jawab di Kabanjahe, Kabupaten Karo. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Meski Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, telah membentuk 18 posko pencegahan dan penanggulangan wabah hog cholera (virus babi), salah satu tujuannya mencegah pembuangan bangkai babi di sembarang tempat. Namun, peristiwa pembuangan bangkai babi oleh orang yang tidak bertanggung jawab kembali terjadi.

Warga di sekitar Jalan Lintas Sumatera, kawasan Kabanjahe, merasa terganggu dengan tindakan orang tak bertanggung jawab, membuang seekor bangkai babi di pinggir jalan. Bangkai babi itu tergeletak di sisi jalan arteri. Bukan itu saja, di bagian kepala babi yang mati itu, ditutupi karton  dengan tulisan yang ditujukan kepada bupati.

Angkat Babi e Pak Bupati !!! #Babi Kirimen, demikian isi tulisan di bangkai babi yang dibuang di sisi jalan raya, tak jauh dari Kantor Satlantas Polres Tanah Karo, pada Senin 9 Desember 2019.

Berita Terkait: Atasi Pembuangan Bangkai Babi, Pemkab Karo Bentuk 18 Posko

Warga sekitar lokasi pembuangan bangkai babi, menyesalkan tindakan pelaku pembuang bangkai babi itu.

“Ini sangat mengganggu. Mengapa ini terjadi, itu yang menjadi tanda tanya,” ungkap Andi Sembiring, warga di sekitar lokasi pembuangan bangkai babi.

Baca Berita:

Pembentukan TPAKD Karo Membantu Akses Keuangan Pelaku Usaha

Susunan Pengurus Pordasi Cabang Karo 2019-2023 Diprotes

Dalam mengatasi dan menangani wabah hog cholera yang menyebabkan ribuan babi mati. Pemkab Karo telah membentuk Tim Unit Respons Cepat Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Menular Pada Ternak Babi melalui Surat Keputusan Nomor: SK/ 520/473/Pertanian /2019 tanggal 28 November 2019. Selain itu, Pemkab Karo juga membentuk posko di tiap kecamatan dan ditambah posko kabupaten.

“Total 17 posko di tiap kecamatan ditambah 1  Posko Kabupaten,” kata Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Bupati mengimbau bagi masyarakat, peternak, pengusaha yang mendapati babinya mati mendadak, agar segera menghubungi posko.

“Saya mengimbau segera diinformasikan ke Pemda Karo di Posko 1. Hal ini akan ditindaklanjuti oleh tim Posko. Jangan dibuang tapi laporkan, kita akan tangani,” tegas Terkelin. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *