Pemerintah Buka Peluang Kerjasama Swasta Percepat Vaksin Merah Putih

oleh -119 Kali Dibaca
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Pemerintah membuka peluang kepada pihak swasta dalam mempercepat pengembangan vaksin Merah Putih. Vaksin ini merupakan hasil kolaborasi riset lembaga pemerintah non-kementerian, dan perguruan tinggi seperti LBM Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Gajah Mada (UGM).

Kementerian Riset Teknologi / Badan Riset  Inovasi Naisonal (Kemenristek BRIN) terus memonitor tahapan pengembangan vaksin Merah-Putih. Saat ini mayoritas sudah pada tahapan penelitian berskala laboratorium atau lab skill research dan tahapan faktor ekspresi.

Pemerintah sudah mempersiapkan pengadaan vaksin hingga tahapan industrialnya demi terjaminnya produksi vaksin dalam jumlah besar. Dan, pemerintah pun membuka peluang kerjasama dengan pihak industri swasta nasional untuk turut serta mensukseskan percepatan pengembangan vaksin Merah Putih yang menjadi modal bangsa  dalam penanganan pandemi Covid-19 jangka panjang.

Baca : Penyelenggara Vaksinasi Covid-19 Diminta Pastikan Nakes Sudah Divaksin

“Dibuka seluas-luasnya, di bawah koordinasi pemerintah untuk hilirisasi, baik meningkatkan kapasitas produksi, memfasilitasi proses uji pre klinis dan uji klinis, maupun meluaskan target pasar,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Grha BNPB, Kamis 4 Maret 2021.

Dengan memproduksi vaksin milik sendiri, maka akan menjamin terpenuhinya kebutuhan vaksinasi. Dan juga Indonesia dapat menjadi potensi Indonesia di masa mendatang dengan berperan aktif mencapai ketahanan kesehatan global.

Baca Juga:

Bupati Karo Tegaskan Hal Ini di Forum Lintas Perangkat Daerah 2021

Pemkab Karo Dukung Digelarnya Latsitarda Nusantara ke-XLI Tahun 2021

Pengembangannya menggunakan platform protein rekombinen, viral factor termasuk inactivated virus dan genetik menggunakan DNA atau MRNA.

Dalam pengembangan vaksin, tidak hanya menggunakan pendekatan medis, namun melibatkan unsur lain yang kompleks. Dan sesuai prosedur dan cara kerja sesuai standar atau mengacu good manufacturing practice sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kepala Badan POM RI Tahun  2021 tentang Penerapan Pedoman Cara Pembuatan Obat Yang Baik. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *