Tanggap Darurat Gunung Sinabung Diperpanjang

oleh -922 Kali Dibaca
Murid SD 040480 Suka Ndebi, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, mengenakan masker di dalam ruang kelas. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanganan Gunung Sinabung, Dandim 0205/Tanah Karo, Letnan Kolonel Inf. Taufik Rizal Batubara menegaskan tanggap darurat bencana Gunung Sinabung diperpanjang. Hal ini dilatari masih tingginya aktivitas Gunung Sinabung berada di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

“Sesuai koordinasi dengan pihak Pemda Karo, Bupati Karo dan Kalak BPBD, akan memperpanjang tanggap darurat Sinabung,” kata Dansatgas Gunung Sinabung, Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara, saat berada di Pos Pemantauan Gunung Api (PGA),  Rabu 12 Juni 2019.

Rizal mengimbau warga tetap mematuhi peringatan agar menjauhi kawasan bahaya Gunung Sinabung.

“Saat ini arah awan panas guguran erupsi Gunung Sinabung sudah mengarah ke timur, ke arah Danau Lau Kawar yang merupakan destinasi wisata, yang masuk dalam zona merah. Warga dan pengunjung agar mematuhi rekomendasi untuk tidak memasuki zona bahaya gunung api sinabung,” tegas Rizal.

Baca Berita:

Ayah dan Anak, Pendaki Gunung Sibayak Disambar Petir

Ini Respons Pengungsi Sinabung Soal Rencana Pemulangan

Rizal menggugah kesadaran warga dan wisatawan agar tidak memasuki kawasan zona bahaya Gunung Sinabung.

“TNI dan Polri akan terus melakukan patroli di zona merah Sinabung, untuk meminimalisir warga atau pengunjung memasuki zona merah. Tetapi, kesadaran masyarakat sangat diharapkan untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa,”
pungkas Rizal.

Terhitung sejak Senin 20 Mei 2019, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Sinabung dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga).

Namun, aktivitas erupsi Gunung Sinabung tak kunjung reda. Pada Minggu 9 Juni 2019, Gunung Sinabung kembali meletus dan melontarkan abu vulkanik dari puncak kawah dengan ketinggian 7 kilometer.

Kepala SD 040480 Suka Ndebi, Kecamatan Naman Teran, Ganti Sitepu mengakui, dampak letusan Gunung Sinabung menganggu proses belajar.

“Meski tergangu dengan terpaan abu vulkanik,  proses ujian sekolah tetap berlangsung,” kata Ganti Sitepu, Selasa 11 Juni 2019.

Pihak sekolah, sebut Ganti, memberikan masker kepada para murid yang diperoleh dari pemerintah desa. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *