15 Desa di Kudus Dilanda Banjir, 1.200 Warga Terisolir

oleh -204 Kali Dibaca
Banjir melanda 15 desa di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Curah hujan tinggi yang berlangsung lama di wilayah Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, menyebabkan 15 desa di tiga kecamatan dilanda banjir. Dilaporkan, 1.200 warga Desa Pasuruhan Lor terisolir.

Banjir terjadi sejak Selasa siang, 2 Februari 2021.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan resminya, Rabu 3 Februari, menyebutkan, ke-15 desa yang dilanda banjir berada di Kecamatan Kaliwungu meliputi Desa Setrokalangan, Desa Banget, Desa Gamong, Desa Blimbing Kidul, dan Desa Kedungdowo. Di Kecamatan Jati meliputi Desa Jati Wetan, Desa Jati Kulon Kencing, dan Desa Pasruhan Lor.  Sedangkan di Kecamatan Mejobo, desa yang tergenang banjir, Desa Kesambi, Desa Mejobo, Desa Golantepus, Desa Payaman, Desa Gulang, Desa Hadiwarno, dan Desa Tenggeles.

“Total 4.552 KK atau 10.672 jiwa terdampak banjir. 1.200 jiwa di antaranya yang berada di Desa Pasuruhan Lor terisolir akibat jalan yang terendam. BPBD setempat melaporkan banjir yang terjadi juga berdampak pada 3.244 unit rumah. 2.500 meter jalan desa juga ikut terendam. Kondisi saat ini, tinggi mata air berada di 15 sampai 150 sentimeter. Di beberapa titik, air sudah mulai surut antara 10 sampai 15 sentimeter,” kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Rabu sore.

Pemerintah setempat mendirikan lokasi pos pengungsian yang berada di Aula Balai Desa Kedungdowo, Aula Balai Desa Banget, dan Aula Kecamatan Kaliwungu.

BPBD Kabupaten Kudus berkoordinasi dengan Forkopimcam dan instansi terkait lainnya terus melakukan pemantauan dan pendataan kerugian di wilayah terdampak. Transportasi darat juga terus diupayakan agar bisa segera beroperasi.

Baca Juga:

Mengurangi Risiko Kerusakan Bangunan, Belajar dari Gempa Sulbar

Cory Sriwaty Sebayang Pimpin Pordasi Sumut 2021-2025

“Selain itu, BPBD juga menurunkan personil untuk mendirikan tenda dapur umum serta pembersihan lumpur dari limpasan sungai Hadiwarno dan Mejobo,” kata Raditya.

Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Kudus termasuk salah satu kabupaten yang memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi.

Sebanyak 9 kecamatan di Kabupaten Kudus dengan luas 25.819 hektar dan 485.863 jiwa berpotensi terpapar banjir.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Kabupaten Kudus berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

BNPB menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan siaga menghadapi musim hujan yang akan berlangsung di beberapa wilayah hingga akhir Februari 2021. Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca melalui laman BMKG dan mengetahui risiko bahaya wilayahnya melalui laman Inarisk.

Hujan Ekstrem di Kalimantan Selatan

Banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. [Foto BNPB | Rienews]
Prakirawan BMKG, Kiki mengatakan banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 12 Januari 2021, dipicu oleh hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem. Kondisi ini terjadi sejak 10 Januari 2021 di beberapa wilayah Kalsel.

“Kondisi atmosfer secara global, regional dan lokal di sekitar wilayah Kalimantan Selatan pada sebelum dan saat kejadian banjir sangat mendukung untuk pertumbuhan awan hujan,” kata Kiki, dalam siaran pers yang dikirim Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Rabu sore.

Kiki menyebutkan pada 11 dan 12 Januari 2021 telah dikeluarkan 12 peringatan dini hujan lebat untuk wilayah Kalsel, mulai pukul 02.40 waktu setempat.

“Peringatan dini tersebut didiseminasikan melalui website, mobile application Info BMKG, media sosial, serta whatsapp group atau telegram ke BPBD dan user setempat,” sebut Kiki dalam webinar pembelajaran banjir di Kalsel pada Selasa 2 Februari 2021.

Di sisi lain, melihat produk identifikasi dampak berdasarkan prakiraan atau impact based forecast pada 11 – 12 Januari 2021, wilayah Kalsel termasuk salah satu kawasan pada status ‘Waspada,’ demikian juga pada 12 – 13 Januari 2021.

Sementara itu, berbagai kondisi sebagai pemicu meluasnya banjir yang mengakibatkan puluhan ribu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pantauan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat adanya perubahan penutupan lahan dari hutan kering ke perkebunan. Ini termasuk aktivitas tambang yang berlangsung dari 1990 sampai 2019.

Tingginya intensitas hujan ditengarai menjadi salah satu pemicu banjir meluas di wilayah Kalsel pada akhir bulan lalu. BMKG  menyampaikan hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem terjadi merata di Kalimantan Selatan di periode tanggal 8 hingga 14 Januari 2021.

Dalam merespons banjir di wilayahnya, BPBD melakukan berbagai upaya penanganan darurat. Lebih dari 1.600 personel gabungan, bahkan dukungan sumber daya dari BPBD tetangga, terlibat dalam upaya penanganan darurat, seperti penyelamatan dan evakuasi, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan dan dapur umur.

Berdasarkan data 2 Februari 2021, pukul 09.00 WITA, BPBD Provinsi Kalsel mencatat, 11 kabupaten dan kota terdampak banjir. Warga yang masih mengungsi berjumlah 28.379 jiwa. Sedangkan korban jiwa, BPBD mencatat 24 warga meninggal dunia dan 3 hilang.

Pos komando yang dibentuk sejak awal berupaya untuk menerapkan protokol kesehatan dan screening Covid-19 di tempat pengungsian. Pemerintah provinsi pun memperpanjang status tanggap darurat bencana selama 7 hari, terhitung 28 Januari hingga 3 Februari 2021.

Memasuki Februari 2021, masyarakat Kalimantan Selatan diimbau untuk waspada dan siaga dalam 3 hari ke depan. BMKG melaporkan prospek cuaca dalam 3 hari ke depan masih berpotensi hujan intensitas ringan hingga sedang, merata di seluruh wilayah.

Balai Wilayah Sungai Kalimantan memiliki kegiatan pengendalian banjir yang akan dilakukan pada tahun 2021, di antaranya Bendungan Riam Kiwa dengan manfaat untuk mereduksi banjir di Sungai Martapura, serta Normalisasi Kanal Banjir dan Kolam Regulasi dengan manfaat untuk mereduksi banjir di Sungai Barabai. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *