4 Korban Longsor Cijeruk Ditemukan Meninggal Dunia

oleh -1.028 Kali Dibaca
Upaya evakuasi dan pencarian korban longsor yang dilakukan Tim SAR gabung di Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Februari 2018.

RIENEWS.COM – Tim SAR gabungan, Selasa 6 Februari 2018, berhasil menemukan empat korban longsor di Kampung Maseng RT 02 RW 08 Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Keempat korban meninggal dunia, ditemukan pada pukul 16.24 WIB,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Identitas keempat korban,  Nani berusia 34 tahun,  Aurel berusia 1,5 tahun, Alan berumur 17 tahun, dan Aldi berusia 8 tahun.  Keempat jenazah korban longsor sudah dievakuasi ke RSUD Ciawi.

KLIK: Wabup Karo: Tambahan Penghasilan PNS Dimulai Tahun ini

“Satu korban lainnya atas nama Adit (10 tahun), diduga masih tertimbun longsor.  Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencariannya besok,”  jelas Sutopo dalam keterangan persnya.

Kepala BNPB Willem Rampangilei melihat langsung lokasi bencana, mengatakan, upaya penyelamatan biasanya membutuhkan waktu hingga 2 pekan.

“Cuaca adalah salah satu faktor, dan kita harus juga harus memperhatikan keselamatan regu penyelamat, jangan sampai mereka juga menjadi korban” ucap Willem.

Ratusan personil gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Kementerian PU Pera, PMI, Tagana, relawan, dan masyarakat bahu membahu membantu evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Semua bekerja karena panggilan kemanusiaan.

Kepala BNPB Willem Rampangilei meninjau langsung titik lokasi bencana, di Caringin, Kampung Babakan, Cijeruk dan Riung Gunung, Bogor, Jawa Barat.

Bertemu dengan Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan dan Bupati Kabupaten Bogor, Nurhayanti.

“Tim akan terus bekerja untuk menormalkan jalur Bogor Puncak. Ditargetkan 10 hari ke depan jalanan sudah dapat kembali normal dan dilalui kendaraan umum,” kata Heryawan.

Tim SAR gabungan juga mendapatkan laporan dari sopir angkot yang mengatakan ada 1 orang pengendara sepeda motor tertimbun material longsoran tanah di Riung Gunung, Cisarua Bogor.

“Namun masih butuh klarifikasi, karena pengemudi angkot itu juga tidak yakin pada penglihatannya. Namun upaya pencarian dan pembersihan jalan tetap kami lanjutkan” ucap Bupati Kabupaten Bogor, Nurhayanti.

Tingginya curah hujan dalam kurun waktu 2 pekan ini. Diharapkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan supaya tidak jatuh korban.

“Intensitas bencana meningkat, kami akan memperkuat sistem peringatan dini, dan orang yang selamat dari bencana sebesar 95 persen adalah karena kapasitas dirinya, sisanya karena pertolongan orang lain,” kata Kepala BNPB.

Willem Rampangilei berharap masyarakat perlu mengenali lingkungan sekitarnya. Mengenai potensi bencana dan mampu mengantisipasinya.

Tanda-tanda longsor dapat dikenali dari fenomena yang ada seperti adanya retakan tanah, amblesan tanah, mata air dan air sumur menjadi keruh, dan pohon dan tiang listrik miring. Saat hujan deras hendaknya waspada. Jika perlu mengungsi sementara waktu di tempat yang aman. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *