RIENEWS.COM – Musim haji 2024, Kementerian Agama menggunakan dua maskapai penerbangan untuk memberangkatkan para jemaah menunaikan ibadah haji, dengan maskapai Garuda dan Saudia Airlines. Kementerian Agama menyoroti pelayanan maskapai Garuda dalam pemberangkatan jemaah haji 2024 masih sering mengalami keterlambatan atau delay.
Pasca terjadinya insiden terbakarnya mesin pesawat Garuda saat akan menerbangkan 450 calon jemaah haji Kloter V Embarkasi Makassar (UPG-05) asal Kabupaten Gowa ke Madinah, pada Rabu, 15 Mei 2024. Pelayanan maskapai Garuda dalam pemberangkatan jemaah haji 2024 ke Tanah Suci, Mekah, masih belum prima.
Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie menjelaskan, sejak pemberangkatan jemaah haji yang dimulai pada 12 Mei 2024 dan hingga 26 Mei 2024, tercatat 287 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Garuda Indonesia memberangkatkan 152 kloter, sementara Saudia Airlines sebanyak 132 kloter.
“Sampai 26 Mei, kami melihat Garuda Indonesia masih sering mengalami keterlambatan. Dari 152 kloter, ada 60 kloter yang terlambat atau sekitar 39,47 persen,” kata Anna Hasbie di Jakarta, Selasa, 28 Mei 2024.
Keterlambatan paling parah dialami jemaah haji kloter 42 Embarkasi Solo (SOC-42) akibat adanya kerusakan mesin pesawat yang memberangkatkan jemaah SOC-41. Keterlambatan SOC 42 juga berdampak pada perubahan jadwal SOC 43, bergeser hingga 17 jam dari rencana semula.
“Akibat mesin rusak Garuda Indonesia, SOC-42 terlambat hingga 7 jam 10 menit. Ini jelas sangat lama dan menjadikan jemaah makin kelelahan,” jelas Anna.
Selain itu, Anna menyebutkan, terdapat 13 kloter mengalami delay dengan durasi satu sampai dua jam. Sementara mengalami keterlambatan pemberangkatan oleh Garuda di atas dua jam, ada tujuh kloter.
Artikel lain
Kemenag Tegur Keras Garuda, 450 Calon Jemaah Haji Gowa Gagal Berangkat
Suhu Mekah 42 Derajat Celcius, Tips Tetap Bugar Ibadah Haji
Paripurna DPR Sahkan Revisi UU Polri, TNI, Kementerian Negara dan Keimigrasian
Sedangkan Saudia Airlines, Anna merinci, dari 132 kloter, ada 16 kloter yang mengalami keterlambatan atau sekitar 11,85 persen.
“Untuk Saudia Airlines, keterlambatan terlama dialami kloter pertama Embakasi Jakarta-Bekasi atau JKS-01, sekitar 47 menit,” katanya.
Ditegaskannya, evaluasi atas ontime performance Garuda Indonesia dan Saudi Airlines terus dilakukan setiap pekan. Saat ini tahap pemberangkatan jemaah memasuki musim puncak atau peak season.
“Ini tentu menjadi tantangan bagi maskapai penerbangan. Kami minta Garuda Indonesia menyiapkan mitigasi menyeluruh agar problem keterlambatan penerbangan yang masih cukup besar bisa segera diselesaikan dan tidak berkelanjutan,” imbuh Anna.
Pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama sudah usai dengan 229 kloter dengan jumlah 88.987 jemaah. Sementara fase pemberangkatan jemaah haji gelombang kedua sudah berlangsung sejak 24 Mei 2024 hingga 10 Juni 2024.
Artikel lain
Alasan Jokowi Perintahkan Berhenti Bikin Aplikasi Baru
Tiket.com Sediakan Diskon 30 Persen hingga Cashback Liburan 3G Travel di Asia
Tak Miliki Izin Haji, Arab Saudi Akan Denda Jemaah Rp42 Juta hingga Penjara
Jemaah haji gelombang kedua berjumlah 325 kloter dengan jumlah jemaah lebih dari 124ribu. Jemaah haji gelombang kedua dari berbagai embarkasi di Tanah Air akan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. (Rep-02)
Sumber: Kementerian Agama






![Penampakan letusan Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, Provinsi Lampung, pada Kamis 21 Juni 2018. [Foto BNPB | Rienews.com]](https://www.rienews.com/wp-content/uploads/2018/06/Letusan-Gunung-Anak-Krakatau.jpg)