BSSN Beberkan Serangan Ransomware ke Pusat Data Nasional Sementara

Ilustrasi hacker ransomware. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com.
Ilustrasi hacker ransomware. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com.

RIENEWS.COM – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan serangan Ransomware pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) berdampak pada layanan Keimigrasian. Penanggulangan atas serangan Ransomware pada Pusat Data Sementara Nasional, hingga kini terus dilakukan BSSN bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Cyber Crime Polri, dan KSO Telkom-Sigma-Lintasarta.

Kepala BSSN Hinsa Siburian menjelaskan, pada Kamis, 20 Juni 2024, Server Pusat Data Nasional Sementara mengalami gangguan, menyebabkan beberapa layanan publik termasuk layanan Keimigrasian terkendala.

“Hasil identifikasi kami atas kendala yang terjadi pada Pusat Data Nasional Sementara akibat serangan serangan siber berjenis Ransomware,” kata Kepala BSSN Hinsa Siburian dalam keterangan pers bersama Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi, Senin, 24 Juni 2024.

Menurut Hinsa Siburian, dari identifikasi gangguan pada server PDNS, BSSN menemukan adanya upaya penonaktifkan fitur keamanan Windows Defender yang terjadi mulai 17 Juni 2024 pukul 23.15 WIB, sehingga memungkinkan aktivitas malicious dapat berjalan.

Lalu, aktivitas malicious mulai terjadi pada 20 Juni 2024 pukul 00.54 WIB, di antaranya melakukan instalasi file malicious, menghapus filesystem penting, dan menonaktifkan service yang sedang berjalan. File yang berkaitan dengan storage, seperti VSS, HyperV Volume, VirtualDisk, dan Veaam vPower NFS mulai didisable dan crash.

“Diketahui tanggal 20 Juni 2024, pukul 00.55 WIB, Windows Defender mengalami Crash dan tidak bisa beroperasi,” ucap Hinsa.

Artikel lain

Ini Cara Kerja Serangan Ransomware, Jangan Bayar Tebusan

Kasus Vina Cirebon Kapolri Terjunkan Tim Mabes

Yaqut Menjawab Soal Alokasi Kuota Tambahan Haji 10 Ribu ke ONH Plus

Dari penelusuran BSSN, diketahui gangguan pada PDNS berasal dari file ransomware dengan nama Brain Cipher Ransomware. Ransomware ini adalah pengembangan terbaru dari ransomware lockbit 3.0. Sampel Ransomware selanjutnya akan dilakukan analisis lebih lanjut dengan melibatkan entitas keamanan siber lainnya.

“Hal ini menjadi penting untuk lesson learned dan upaya mitigasi agar insiden serupa tidak terjadi lagi,” ujar Hinsa.

Atas tindakan serangan Ransomware itu, Hinsa menegaskan, BSSN, Kominfo, Cyber Crime Polri, dan KSO Telkom-Sigma-Lintasarta masih terus berproses mengupayakan investigasi secara menyeluruh pada bukti-bukti forensik yang didapat dengan segala keterbatasan evidence, atau bukti digital dikarenakan kondisi evidence yang terenkripsi akibat serangan ransomware tersebut.

“Sampai dengan hari ini masih terus melakukan investigasi secara menyeluruh mengacu pada bukti-bukti forensik yang telah didapat. Dengan segala keterbatasan evidence, atau bukti digital dikarenakan kondisi evidence yang terenkripsi akibat serangan ransomware tersebut,” ungkap Hinsa.

Artikel lain

Nutech Tampilkan Berbagai Produk di ITS Asia Pacific Forum 2024

Persoalan Haji 2024, Gus Muhaimin: Harus Ditelusuri, Gus Men: Saya yang Tanggung

MY Indonesia Bersiap, aespa Kembali Gelar Konser di Jakarta Agustus 2024

Ditegaskannya, pada Senin, 24 Juni 2024 sejak pukul 07.00 WIB, Layanan Keimigrasian terdampak sudah beroperasi dengan normal. Di antaranya Layanan Visa dan Izin Tinggal, Layanan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), Layanan Paspor, Layanan Visa on Arrival (VOA) on boarding, dan Layanan Manajemen Dokumen Keimigrasian. (Rep-02)

Sumber: Kementerian Kominfo