RIENEWS.COM – Operasi pemberantasan judi online (judol) yang dilancarkan Polri berhasil mengungkap operator judol internasional dan mencokok oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menuai apresiasi dari berbagai pihak.
Wakasatgas Penanggulangan Judi Online Polri Irjen Asep Edi Suheri yang juga Wakabareskrim Polri menegaskan, tindakan pemberantasan judol merupakan komitmen Polri melaksanakan program kerja Presiden Prabowo Subianto.
“Upaya ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen kita, Polri tentunya dalam rangka melaksanakan program kerja Asta Cita ke-7 yang dicanangkan Bapak Presiden RI Jenderal (Purn) H Prabowo Subianto yaitu memperkuat reformasi politik hukum dan birokrasi serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi perjudian narkoba dan penyelundupan,” ujar Irjen Asep Edi Suheri dalam konferensi pers pengungkapan jaringan judol yang diotaki warga negara China, pada Sabtu, 2 November 2024.
Polri membongkar praktik judol berskala internasional yang didalangi warga negara China.
Irjen Asep Edi menjelaskan, pada Oktober 2024, Polri mengungkap perkara judol situs slot 82-78 dengan omset miliaran rupiah. Dalam perkara ini, Polri menangkap dan menetapkan tujuh tersangka, satu di antaranya warga negara China.
“Kami telah mengungkap perkara judi online situs slot 82-78 dan saat itu kami menangkap 7 orang tersangka yang terdiri dari 1 orang WNA dan 6 orang WNI dengan omset miliaran rupiah,” ucapnya.
Keberhasilan Polri mengungkap jaringan judol internasional dan membongkar keterlibatan oknum pegawai Kementerian Komdigi, menuai apresiasi dari berbagai kalangan.
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas memberikan apresiasi atas keberhasilan Polri membongkar praktik judol. Melansir laporan dari PPATK, Anwar menyebutkan, sekitar 2,1 juta warga miskin kecanduan judi online. Dari data 2017-2022, tercatat sekitar 156 juta transaksi dengan nilai Rp 190 triliun yang mengalir ke luar negeri.
“Jumlah uang yang sangat besar ini semestinya beredar di masyarakat, tapi justru mengalir ke negara tetangga,” katanya.
Artikel lain
Pemberantasan Judol, Anak Buah Meutya Hafid Terjaring Polri Sita Miliaran Rupiah
Penyerahan Tiga Tersangka Pembunuh Wartawan Sempurna Pasaribu ke Kejari Karo
Bisnis Digital Makin Tumbuh Telkom Indonesia Bukukan Pendapatan Rp112,2 Triliun
Anwar menyoroti dampak psikologis bagi pelaku judi online. Kecanduan membuat mereka sulit lepas dari kebiasaan buruk tersebut, dan penyedia judi online kerap memanfaatkan ketergantungan ini untuk meraup keuntungan.
“Apalagi jika mereka pernah menang, mereka cenderung ketagihan. Mereka juga sering berani berutang ke pinjaman online, yang akhirnya membuat hidup mereka semakin terpuruk,” tambahnya.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi yang akrab disapa Gus Fahrur, mengapresiasi kinerja kepolisian dalam membongkar judi online, dan mengungkap keterlibatan oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menurut Gus Fahrur, keterlibatan oknum pegawai Kementerian Komdigi dalam praktik ini merupakan pelanggaran berat yang harus diusut tuntas.
“Kami mengapresiasi kerja keras aparat kepolisian yang berhasil menangkap para pelaku judi online, termasuk dugaan keterlibatan oknum pegawai Komdigi yang bermain-main dengan aturan pemerintah. Ini pelanggaran berat yang perlu ditindaklanjuti,” ucap Gus Fahrur.
Dia menegaskan, PBNU mendukung penuh upaya pemerintah dalam memberantas judol.
Artikel lain
Ungkap Sosok T Aktor di Balik Judi Online Bareskrim Periksa Benny Rhamdani
Siapa T Aktor di Balik Bisnis Judi Online, Menteri Kominfo Soal Penegakan Hukum Tanya APH
Polisi Buru Tersangka Kasus Mayat Perempuan Dalam Tas di Karo
“Kami mendukung sepenuhnya langkah pemerintah untuk menutup judol yang sangat merugikan ekonomi dan merusak kesehatan mental masyarakat. Judi online menyebabkan stres, depresi, serta gangguan mental lainnya seperti kecenderungan berbohong, mencuri, dan menjual barang berharga demi berjudi,” imbuh Gus Fahrur. (Rep-02)
Sumber: Humas Polri




![Penampakan letusan Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, Provinsi Lampung, pada Kamis 21 Juni 2018. [Foto BNPB | Rienews.com]](https://www.rienews.com/wp-content/uploads/2018/06/Letusan-Gunung-Anak-Krakatau.jpg)

