RIENEWS.COM – Menjalankan ibadah puasa, Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi, dengan menikmati panorama alam kota wisata Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sembari menanti waktu berbuka puasa di puncak Gundaling Berastagi, bagaimana rasanya?
Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Awal Ramadan yang berketepatan dengan masa weekend, dimanfaatkan warga berlibur ke kota Berastagi, Kabupaten Karo.
Pada Minggu, 2 Maret 2025, merupakan hari kedua Ramadan, para wisatawan dari berbagai kota di Sumatera Utara, memilih destinasi Berastagi, Karo. Salah satu spot wisata yang dituju yakni, puncak Gundaling Berastagi.
Di spot wisata ini, para wisatawan antusias menanti waktu terbenamnya matahari, sunset dengan pemandangan Gunung Sinabung, salah satu gunung api aktif di Indonesia, saat ini berstatus pada Level II atau Waspada.
“Saya dan keluarga menikmati sunset di wilayah puncak Gundaling, sembari menunggu berbuka puasa di hari kedua ini,” ungkap Dianti, asal Kota Medan.
Sembari menunggu berbuka puasa di hari kedua, ia menikmati pemandangan matahari terbenam, yang memancarkan ufuk di angkasa.
Artikel lain
Pemerintah: 1 Ramadan 1446 H 1 Maret 2025, Muhammadiyah: Idulfitri 31 Maret 2025
Tips Menjaga Keberlanjutan Stabilitas Ekonomi Pasca Ramadan dan Idulfitri
Sejarah Angpau Lebaran dari Tradisi Kaisar hingga Tren Uang Baru
Dianti mengatakan, ia bersama keluarga sengaja ke Berastagi, berlibur dan menanti buka puasa di wilayah alam pegunungan tersebut.
“Mengingat di sini udaranya sejuk, jadi tidak terasa dalam menjalankan ibadah puasa,” jelasnya.
Dia menjelaskan, selepas solat Isya, akan kembali ke Kota Medan.
Selain spot wisata puncak Gundaling, wisatawan turut menikmati suasana di destinasi lainnya, seperti Bukit Kubuh dan Pajak Buah.
Artikel lain
SBY: Sejumlah Kalangan Mengkhawatirkan Kalau Danantara Ini Tidak Memberikan Manfaat
Tips Mengonsumsi Obat Rutin Selama Puasa Ramadan
Bahaya Tidur Setelah Sahur dari Sembelit hingga Stroke
Meski Ramadan, tingkat okupansi hotel di Kota Karo tak turun drastis. Suasana hotel di kasawan kota wisata ini tampak seperti masa weekend biasanya, yang masih ramai oleh pengunjung hotel. (Rep-01)






