RIENEWS.COM – Komisi VI DPR RI menyoroti mulai naiknya harga pangan, bahan kebutuhan pokok, di tengah masyarakat. Kondisi kenaikan harga pangan ini melonjak di saat menjelang Ramadan 1446 Hijriah dan menjelang Idulfitri mendatang.
“Jika harga di pasar tradisional sudah melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi), maka tindakan tegas harus diambil. Pemerintah tidak boleh membiarkan harga-harga ini semakin melonjak hanya karena adanya lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ungkap anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam.
Hal ini disampaikan Mufti dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan, Budi Santoso dan Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama Perum Bulog, Novi Helmy Prasetya di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 3 Maret 2025.
Politisi PDI-Perjuangan ini mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mengumbar janji-janji terkait harga kebutuhan pokok yang terjangkau. Dia mendorong pemerintah harus bertindak tegas untuk menjaga daya beli rakyat, di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok yang sudah dimulai sejak sebelum Ramadan hingga Idulfitri.
Mufti mendesak pemerintah segera menyusun peraturan yang lebih ketat untuk pengawasan harga pangan, serta memastikan keadilan dalam rantai distribusi agar rakyat tidak lagi terbebani dengan harga yang tidak wajar.
Artikel lain
Korupsi BBM di Subholding Pertamina, DPR Desak Dilakukan Audit Total
DPR Mulai Menyuarakan Dampak Efisiensi Anggaran Prabowo
SBY: Sejumlah Kalangan Mengkhawatirkan Kalau Danantara Ini Tidak Memberikan Manfaat
Menurutnya, lonjakan harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri harus ditangani dengan serius. Pemerintah harus memastikan bahwa harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama bagi keluarga miskin yang sangat terdampak dengan kenaikan harga barang.
Kebijakan harga eceran tertinggi harus ditegakkan dengan tegas, dan praktik spekulasi yang memperburuk harga pangan segera diberantas.
“Kami tidak butuh kata-kata kosong, Pak. Kami butuh tindakan nyata. Pemerintah harus turun tangan langsung untuk menstabilkan harga, bukan hanya mengadakan operasi pasar yang hasilnya tidak terlihat,” ujarnya.
Artikel lain
Band Sukatani Akui Diintimidasi, Kapolri Didesak Proses Anggota yang Terlibat
Menikmati Sunset Ramadan di Puncak Gundaling Berastagi
LBH Jakarta dan CELIOS Buka Posko Pengaduan Korban ’Pertamax Oplosan’
Operasi pasar yang dilakukan, menurutnya, seringkali tidak memberikan dampak signifikan, karena harga-harga pangan yang tinggi tetap bertahan. (Rep-02)
Sumber: DPR RI





