SUMUT  

Gubsu Bobby Beri Waktu Dua Pekan Aplikator Sikapi Tuntutan Driver Ojol

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merespons aksi ribuan driver Ojol yang berunjukrasa di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, pada Selasa, 20 Mei 2025. Foto Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merespons aksi ribuan driver Ojol yang berunjukrasa di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, pada Selasa, 20 Mei 2025. Foto Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu.

RIENEWS.COM – Driver ojek online (Ojol) hari ini, Selasa, 20 Mei 2025, serentak menggelar aksi demo di berbagai kota di Indonesia. Di Kota Medan, ribuan massa Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (GODAMS) menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro. Aksi dilakukan menentang kebijakan aplikator yang merugikan driver Ojol.

Koordinator aksi Agam Zubir di hadapan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menyatakan empat tuntutan mereka. Satu, menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perpu) sebagai regulasi payung hukum Ojol; dua, penghapusan program instan aplikator (Aceng, Slot, Bike Hemat, HUB, Samday, Gabungan dan lainnya) yang merugikan para driver; tiga, meninjau potongan aplikasi berdasarkan Permenhub Nomor 667 tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor; empat, serta memberikan jaminan perlindungan dan keselamatan kerja.

Merespons para pendemo, Gubsu Bobby Nasution beranjak menuju mobil komando. Aksi Gubernur Sumatera Utara ini mendapatkan applause dari massa driver Ojol.

Kepada para pendemo, Bobby berjanji mempelajari keempat tuntutan driver Ojol.

“Tadi ada empat tuntutan. Pertama, payung hukum Ojol tingkat nasional dan provinsi. Saya janji akan mempelajari, kalau bisa akan saya buat Pergubnya. Kalau bisa diusulkan ke Perda, kita bicarakan dengan legislatif. Tentu payung hukum secara Nasional akan kami sampaikan. Dari Provinsi Sumut akan memberikan surat kepada Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait untuk menyampaikan suara teman-teman Ojol, aplikator, sehingga bisa mewakili semuanya,” kata Bobby.

Soal tuntutan perlindungan dan keselamatan driver Ojol, Bobby menegaskan, memberikan perlindungan dan keselamatan bagi driver online sangat penting. Pemerintah terus berusaha untuk mengcover masyarakat agar mendapat perlindungan dari BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan, baik tenaga kerja formal dan informal.

“Saya sangat setuju aplikator menyiapkan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kita minta seluruh driver ditanggung BPJSnya oleh aplikator,” ujar Bobby.

Menurut Bobby, para Ojol sudah layak mendapatkan perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan, lantaran mereka mencari nafkah, sementara keluarga yang di rumah perlu ketenangan.

“Jangan sampai nanti ada lagi keluarga-keluarga kita masuk ke dalam kategori kemiskinan ekstrem, gara-gara yang cari nafkahnya berhalangan. Apakah kecelakaan, hingga tak bisa mencari nafkah. Minimal biaya kesehatannya terjamin,” jelas Bobby.

Artikel lain

Aksi Demo Ojol, Dobbrak: Kami Pekerja Bukan Mitra

Update Data Jemaah Haji Indonesia 2025 yang Wafat

Sekda Pemprov Sumut Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-117 Tahun

Dari keempat tuntutan driver online tersebut, Bobby berharap ada yang dikabulkan oleh aplikator, seperti jaminan perlindungan dan kesehatan.

“Saya sebagai Gubernur Sumut minta satu saja dari empat tuntutan, bisa Pak,” kata Bobby kepada sejumlah perwakilan aplikator yang hadir dalam aksi.

Gubsu memberi waktu dua minggu bagi perwakilan aplikator untuk berkoordinasi dengan pimpinannya, merespons tuntutan para driver Ojol. Selanjutnya, kata Bobby, akan dijadwalkan pertemuan bersama driver dan aplikator, terkait solusi terbaik atas tuntutan massa.

Perwakilan pimpinan aplikator, Fadil Pasaribu menyatakan, pihaknya selalu membuka ruang diskusi untuk para mitra, termasuk payung hukum apa yang ditetapkan pemerintah. Terkait komisi, menurut Fadil, pihaknya mengikuti peraturan pemerintah bahwa tidak lebih dari 20 persen.

“Kita selalu terbuka, hitungannya sebenarnya sudah bisa dilihat dari notifikasi. Aspirasi dari teman-teman bisa ditampung dan membuka ruang diskusi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan perwakilan aplikator driver online lainnya. Dikatakan, bahwa tuntutan dan aspirasi dari para driver Ojol akan disampaikan ke kantor pusat.

Perwakilan aplikator beralasan tidak bisa memutuskan kebijakan yang merupakan wewenang dari pusat. Mereka pun meminta waktu dua Minggu untuk menindaklanjuti tuntutan massa.

Koordinator aksi, Agam Zubir menyatakan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumut Bobby Nasution yang telah merespons langsung aksi dan tunutan driver online.

Artikel lain

Gubsu Bobby Puji Fasilitas Autogate dan PMI Lounge Bandara Kualanamu

Jurnalis Faridl Lawan CNN Indonesia, Tim Hukum Kirim Kontra Memori Kasasi

Tidak Miliki Dokumen, Imigrasi Medan Tangkap 23 WN Bangladesh

“Pemerintah harus hadir dan mengintervensi, jangan ada lagi pembiaran seperti saat ini,” pungkasnya. (Rep-01)