RIENEWS.COM – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan terkena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK). Immanuel Ebenezer yang akrab disapa Nuel, menjadi orang pertama dari 109 menteri, kepala badan, dan wakil menteri, Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran, dalam kasus rasuah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, Wamenaker Immanuel Ebenezer beserta 13 orang lainnya hingga Kamis sore, 21 Agustus 2025, masih menjalani pemeriksaan. Ke-14 orang yang terjaring OTT KPK, berasal penyelenggara negara dan pihak swasta.
“Ada 14 orang. Masih dilakukan pemeriksaan intensif, belum bisa kami sampaikan saat ini, nanti rangkaiannya, detailnya, kronologisnya nanti kami sampaikan saat konferensi pers,” kata Budi.
Budi menyatakan, dalam OTT tersebut tim penyidik KPK mengamankan 22 kendaraan terdiri dari 15 unit roda empat, dan tujuh kendaraan roda dua. Kendaraan yang diamankan penyidik KPK dalam OTT Wamenaker Immanuel tersebut, menurut Jubir KPK, nantinya menjadi aset recovery dalam kasus tersebut.
Selain kendaraan, tim OTT KPK yang menjaring Wamenaker Immanuel Ebenezer juga mengamankan sejumlah uang tunai.
“Ya, ada sejumlah uang yang diamankan dalam kegiatan ini (OTT Wamenaker Immanuel). Namun, jumlahnya berapa belum bisa kami sampaikan, masih dihitung,” katanya.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), harta kekayaan Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan drastis mengalami kenaikan berkali lipat, terdiri dari tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak, surat berharga, kas dan setara kas.
Total harta kekayaan Immanuel selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan pada LHKPN yang dilaporkan pada Januari 2025 sebesar Rp17,6 miliar. Sebelumnya pada LHKPN yang dilaporkan pada Maret 2021 dengan jabatan Komisaris Independen Pupuk Indonesia Group (BUMN), total harta kekayaan Immanuel sebesar Rp2,9 miliar.
Berikut LHKPN harta kekayaan Wamenaker Immanuel dari penelurusan Rienews.com pada laman elhkpn.kpk.go.id. Data kekayaan berupa tanah dan bangunan Rp12.145.000.000 (LHKPN 2021 Rp2.200.000.000).
Alat transportasi dan mesin Rp3.336.000.000 (LHKPN 2021 Rp634.000.000). Harta bergerak lainnya Rp109.500.000 (LHKPN 2021 Rp108.500.000). Kas dan setara kas Rp2.029.760.877 (LHKPN 2021 Rp17.834.005).
Total harta kekayaan pada LHKPN yang dilaporkan pada Januari 2025, sebesar Rp17.620.260.877 (total harta kekayaan pada LHKPN 2021, sebesar Rp2.960.334.005). (Rep-02)





