Ini Alasan Menteri Amran ‘Marah’ di BRMP Subang yang Viral

Menteri Amran Sulaiman menemukan kecurangan produsen minyak goreng, Minyakita, saat sidak ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta. Foto Instagram @a.amran_sulaiman.
Menteri Amran Sulaiman menemukan kecurangan produsen minyak goreng, Minyakita, saat sidak ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta. Foto Instagram @a.amran_sulaiman.

RIENEWS.COM – Potongan video di media sosial yang merekam aktivitas peninjauan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, viral di media sosial. Dalam visual tersebut, tampak Menteri Amran kecewa dengan kondisi salah satu ruangan di sana yang kotor. Video tersebut merupakan rekaman dari inspeksi mendadak Menteri Amran ke BRMP Tanaman Padi Sukamandi di Subang pada Rabu, 12 November 2025.

Ternyata tak hanya kemarahan itu saja yang dialami Menteri Amran. Dia juga mencopot Direktur BRMP Tanaman Padi Sukamandi beserta pejabat eselon III. Alasan pencopotan yang dilakukan seketika dalam sidak itu, atas bukti temuan Menteri Amran, yakni disewakannya lahan percobaan milik negara seluas 300 hektar.

“Di lahan kita 300 hektare, tapi disewakan pada orang. Ini tidak benar,” tegas Amran.

Dijelaskannya, pencopotan dilakukan sebagai bentuk ketegasan, bahwa lahan percobaan milik negara harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan pengembangan dan produksi benih unggul bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.

“Saya temukan satu hektare yang dikelola, sementara 299 hektare disewakan. Mulai hari ini, lahan itu harus dikerjakan kembali. Kami beri waktu tiga bulan untuk membuktikan hasil,” tegasnya.

Kementerian Pertanian, kata Amran, memiliki teknologi, alat, sumber daya manusia, lahannya ada tapi malah disewakan kepada orang.

”Ini tidak benar. Hari ini juga kami copot direkturnya dan eselon tiganya. SK-nya langsung saya serahkan di lapangan,” tegas Menteri Amran.

Dikatannya, sejak awal dirinya kembali memimpin Kementerian Pertanian, ia ingin membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil nyata di lapangan. Karena itu, Amran menyatakan, tidak segan memberikan sanksi kepada pejabat yang tidak amanah.

“Kami minta seluruh BRMP se-Indonesia menanam bibit dan benih terbaik. Harus lebih baik dari pada lingkungannya. Gunakan teknologi terbaik. Jadilah contoh, karena BRMP ini ada di seluruh Indonesia. Harus jadi yang terdepan,” ujar Amran. (Rep-02)

Sumber: Kementerian Pertanian